Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, telah menjadi saksi bisu lahirnya banyak wirausahawan tangguh yang mampu bertahan dan berkembang menghadapi tantangan zaman. Salah satu kisah inspiratif datang dari seorang wanita sederhana bernama Wa Ode Diniwati. Melalui usaha Frozen Food Diniwati, ia berhasil mengubah keterbatasan menjadi peluang yang menghasilkan, menginspirasi banyak pelaku UMKM di wilayah timur Indonesia.
Kisah Wa Ode Diniwati dimulai di tahun 2016, ketika ia menghadapi kesulitan ekonomi pasca pensiunnya sang suami. Dengan keahlian memasak makanan khas Sulawesi dan semangat ingin membantu keuangan keluarga, ia mulai memproduksi aneka olahan makanan beku (frozen food) secara rumahan. Produk pertamanya adalah pempek dan otak-otak ikan yang memang digemari masyarakat setempat.
Modal awal didapat dari tabungannya sendiri yang dipadukan dengan bantuan sederhana dari koperasi wanita. Dengan peralatan seadanya, ia memproduksi frozen food di dapur rumah kecilnya di bilangan Kota Lama, Kendari.
Diniwati menyadari bahwa pemasaran kunci utama suksesnya usaha. Ia mulai menawarkan produk ke tetangga, warung, hingga rumah makan. Namun, titik balik terjadi saat anaknya memperkenalkan pemasaran melalui media sosial. Berkat Instagram dan WhatsApp, Frozen Food Diniwati mampu menjangkau konsumen lebih luas bahkan hingga ke luar kota seperti Kolaka, Baubau, hingga Konawe.
Inovasi lain yang dilakukan adalah kemitraan dengan ojek online yang mulai populer di Kendari. Konsumen cukup pesan lewat aplikasi, maka produk langsung diantar. Hal ini sangat membantu, terutama saat pandemi melanda dan banyak orang enggan keluar rumah.
Produk Frozen Food Diniwati terkenal tidak hanya karena kelezatannya, tetapi juga penggunaan bahan baku segar dan tanpa pengawet berbahaya. Beberapa produk favorit antara lain:
Semua produk melalui proses produksi higienis dengan uji coba resep berulang agar rasa tetap konsisten dan layak jual. Diniwati juga selalu terbuka menerima kritik dan saran dari pelanggan untuk inovasi produk terbaru, seperti siomay, bakso ikan, hingga schotel beku.
Menjalankan bisnis frozen food di daerah seperti Kendari tentu tidak tanpa rintangan. Beberapa tantangan yang dihadapi Wa Ode Diniwati meliputi:
Berkat kegigihan dan manajemen keuangan yang bijak, Diniwati mampu melewati berbagai kendala tersebut. Ia berprinsip, Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya asal kita tidak mudah menyerah.
Usaha Diniwati tidak hanya berdampak pada keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar. Saat ini, Frozen Food Diniwati telah mempekerjakan lebih dari 12 orang, mayoritas ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah di lingkungan sekitar rumahnya.
Ia juga aktif berbagi ilmu produksi makanan beku kepada para anggota kelompok ibu-ibu PKK dan koperasi wanita di Kendari. Banyak di antara mereka sekarang bisa membuka usaha sendiri, menciptakan efek berantai positif dalam pemberdayaan perempuan dan pengurangan pengangguran.
Ketekunan dan keberanian berinovasi menjadikan Wa Ode Diniwati sering diundang sebagai narasumber pelatihan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tenggara. Tak jarang produk-produk Frozen Food Diniwati mewakili Kendari dalam pameran pangan lokal tingkat provinsi hingga nasional.
Pada tahun 2023, ia masuk nominasi Perempuan Inspiratif Sulawesi Tenggara berkat ketahanannya membangun bisnis dari nol dan kegigihannya dalam memberdayakan masyarakat sekitar.
Kisah Wa Ode Diniwati adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan modal keterampilan, keberanian beradaptasi dengan teknologi, dan semangat berbagi kepada sesama, usaha rumahan seperti Frozen Food Diniwati bisa berkembang pesat dan memberi dampak luas.
Jika Anda melintas di Kendari dan ingin mencoba produk lokal berkualitas, jangan ragu menghubungi Frozen Food Diniwati. Selain lezat dan sehat, setiap gigitan adalah bagian dari perjalanan inspiratif seorang ibu tangguh dari Sulawesi Tenggara.