Kisah inspiratif Wa Ode Evi, seorang pengusaha wanita dari Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir berkat keberhasilannya membangun Toko Aksesoris Sultra. Dari usaha kecil yang berawal di rumah sendiri, kini Toko Aksesoris Sultra telah tumbuh menjadi salah satu toko aksesori terkemuka di Kendari yang melayani berbagai lapisan masyarakat; dari pelajar, mahasiswa, hingga pegawai kantoran dan pengusaha lokal.
Wa Ode Evi memulai bisnisnya pada tahun 2014 dengan modal yang terbatas, yakni sekitar Rp2 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk membeli stok awal berupa perhiasan, gelang, kalung, dan aksesoris hijab dari distributor lokal. Sebagian besar penjualan saat itu ia lakukan secara offline dari rumah maupun melalui media sosial. Ketekunan, keberanian, dan strategi pemasaran sederhana menjadi kunci utama bagi Wa Ode Evi dalam memulai usahanya.
Tidak mudah bagi Wa Ode Evi untuk menjalankan bisnis aksesoris di Kendari. Tantangan utama ialah persaingan harga, keterbatasan modal, dan kebiasaan masyarakat yang masih mengutamakan aksesoris import. Namun, Evi tidak menyerah. Ia terus mempelajari tren terbaru, mencari distributor yang menawarkan harga terbaik, serta berupaya meningkatkan kualitas layanan pelanggan di tokonya. Bermodalkan semangat, ia perlahan mulai menambah koleksi aksesoris yang semakin bervariasi.
Berkat ketekunan dan inovasi, Toko Aksesoris Sultra pernah mendapat penghargaan sebagai Toko Aksesoris Terbaik dari komunitas UMKM Kendari pada tahun 2021. Evi juga sering diundang sebagai pembicara di seminar kewirausahaan wanita dan workshop pemasaran digital. Bisnis ini telah membuka kesempatan bagi belasan perempuan muda di Kendari untuk mendapatkan pekerjaan dan belajar kewirausahaan.
Salah satu misi Wa Ode Evi adalah memberdayakan perempuan lokal. Ia terbuka merekrut perempuan lajang atau ibu rumah tangga sebagai staf toko, bahkan memberikan pelatihan gratis kepada mereka yang ingin memulai usaha kecil di bidang aksesoris. Dengan metode bagi hasil, Evi membantu rekan-rekan komunitas lokal agar dapat memasarkan produk mereka di toko. Cara ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat jaringan sosial dan ekonomi perempuan Kendari.
Pandemi COVID-19 sempat membuat penjualan mengalami penurunan sekitar 40%. Namun, Evi cepat beradaptasi dengan membuka layanan pemesanan online dan pengiriman ke seluruh Sulawesi Tenggara. Selain itu, ia mengadakan live shopping di Instagram dan membangun website toko agar akses pelanggan lebih mudah dan cepat. Usaha ini perlahan mengembalikan omset bahkan meningkat pesat pasca pandemi.
Evi selalu menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam membangun bisnis. Suami dan anak-anaknya turut membantu dalam manajemen toko serta promosi. Motivasi terbesar Evi adalah memberikan contoh dan inspirasi kepada anak-anaknya dan generasi muda Kendari bahwa keberhasilan bisa diraih dengan kerja keras, kejujuran, dan doa.
Wa Ode Evi berharap Toko Aksesoris Sultra dapat terus berkembang, membuka cabang di kota lain, dan menjadi pusat aksesoris di Sulawesi Tenggara. Ia ingin memproduksi aksesoris sendiri dengan merek lokal serta memperluas pemasaran secara nasional dan internasional. Dalam jangka panjang, Evi berencana mendirikan pelatihan pemasaran digital dan keterampilan wirausaha bagi perempuan di Kendari.
Kisah Wa Ode Evi mengajarkan bahwa semua orang memiliki peluang untuk sukses, meski bermodalkan kecil dan di tengah tantangan ekonomi. Dengan keteguhan hati, inovasi, dan keinginan untuk terus belajar, ia mampu membuktikan bahwa pengusaha lokal juga bisa menjadi pemimpin dan agen perubahan di komunitas. Toko Aksesoris Sultra kini menjadi simbol harapan dan semangat bagi UMKM di Sulawesi Tenggara.
Kisah Wa Ode Evi adalah gambaran nyata bahwa keberhasilan usaha bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan buah dari perjuangan, inovasi, dan tekad kuat. Dari rumah sederhana di Kendari, Evi membangun Toko Aksesoris Sultra sebagai pusat aksesoris yang mengedepankan kualitas, kreativitas, dan pemberdayaan perempuan. Semoga kisah ini dapat menginspirasi lebih banyak pengusaha di Sulawesi Tenggara dan Indonesia untuk menjemput kesuksesan mereka sendiri.