Di balik aroma masakan yang harum dan citarasa makanan yang lezat, terdapat kisah inspiratif seorang perempuan Kendari yang berhasil membangun usaha katering dari nol. Yulianti, pendiri Katering Kendari Rasa, adalah sosok yang kini dikenal luas di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, atas kegigihan dan inovasi bisnis kulinernya.
Yulianti memulai usahanya pada tahun 2010, saat ia mengalami masa sulit setelah suaminya kehilangan pekerjaan. Sebagai ibu rumah tangga yang hobi memasak, Yulianti melihat peluang di sekitarnya. Ia mulai menawarkan masakan rumahan kepada tetangga, teman, dan keluarga. Awalnya, hanya berupa nasi kotak, lauk-pauk, dan jajanan pasar.
Bermodal resep warisan keluarga dan tekad yang kuat, Yulianti menyiapkan segala keperluan katering sendiri. Dapur rumah dijadikan pusat produksi, dan Yulianti dibantu oleh anak-anaknya untuk pengemasan serta pengantaran makanan. Dalam waktu singkat, banyak pelanggan yang kembali memesan karena kualitas rasa dan kebersihan makanan yang dijamin.
Untuk mengembangkan bisnisnya, Yulianti tak hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Ia aktif memanfaatkan media sosial, terutama Instagram dan Facebook, untuk mengunggah foto-foto masakan dan testimoni pelanggan. Tak disangka, cara ini membawa banyak pesanan baru, terutama dari kalangan mahasiswa dan pegawai kantor.
Salah satu keunggulan Katering Kendari Rasa adalah sajian menu khas Sulawesi Tenggara seperti Sinonggi, Ikan Kuah Asam, Kaledo, dan Lapa-lapa. Yulianti juga rajin melakukan inovasi dengan memperkenalkan menu modern seperti pasta, cake, dan dessert box agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Tentu saja, perjalanan Yulianti tidak selalu mulus. Tantangan seperti keterbatasan modal, persaingan usaha, dan kendala distribusi pernah dialami. Tetapi, ia belajar banyak hal, termasuk tentang pengelolaan keuangan, membangun tim yang solid, serta menjaga kualitas pelayanan.
Saat pandemi COVID-19, bisnis katering sempat mengalami penurunan drastis. Namun, Yulianti menyiasati dengan menghadirkan layanan pemesanan online dan menambah varian menu frozen food agar tetap bisa mengirim makanan ke pelanggan yang #dirumahaja.
Hingga kini, Katering Kendari Rasa telah melayani berbagai acara, mulai dari pernikahan, seminar, arisan, pengajian, hingga pesanan harian. Yulianti juga sering diundang untuk menjadi narasumber dalam pelatihan UMKM di Kendari dan telah menerima beberapa penghargaan, termasuk dari dinas pariwisata kota sebagai pelaku usaha kuliner kreatif.
Bisnisnya mampu membuka lapangan kerja untuk ibu-ibu sekitar dan pemuda pengangguran. Yulianti bangga bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda yang ingin berkecimpung di dunia kuliner.
Kisah Yulianti membuktikan bahwa dengan ketekunan, inovasi, dan semangat pantang menyerah, siapa pun bisa membangun bisnis dari nol. Ia berharap, semakin banyak perempuan dan pelaku UMKM yang berani mengambil peluang dan mengembangkan kearifan lokal lewat usaha kuliner.
Yulianti percaya, makanan bukan sekadar bisnis, tetapi juga sarana pelestarian budaya daerah. Setiap langkah yang diambil, ia selalu berusaha memperkenalkan cita rasa Sulawesi Tenggara ke khalayak luas.
Kisah Yulianti dan Katering Kendari Rasa adalah cerminan semangat wirausaha di Sulawesi Tenggara. Usaha yang dibangun dari dapur rumah kini telah berkembang pesat berkat kepercayaan, ketekunan, dan komitmen dalam menjaga kualitas. Melalui kisah ini, banyak masyarakat terinspirasi untuk terus berkarya dan mengangkat kuliner lokal menjadi lebih dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional.
Bagi siapa saja yang sedang berjuang membangun usaha, kisah Yulianti bisa menjadi motivasi bahwa kerja keras dan doa akan membawa hasil terbaik. Katering Kendari Rasa bukan hanya soal makanan, namun tentang impian, usaha tanpa putus asa, dan cinta kepada budaya daerah.