Dewi Sartika dilahirkan di Bau Bau pada tahun 1987. Sejak kecil, ia telah tertarik pada dunia tanaman dan bunga. Ia sering membantu ibunya di kebun rumah dan mengembangkan hobi merawat tanaman hias. Meski tumbuh sederhana, Dewi tak pernah kehilangan semangat untuk belajar dan berkembang. Setelah lulus SMA dan mengikuti kursus pertanian sederhana, Dewi bekerja di beberapa toko bunga lokal, sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai usaha sendiri di usia 25 tahun.
Dewi menghadapi berbagai tantangan di awal karier usahanya, mulai dari keterbatasan modal, pengetahuan bisnis, hingga sulitnya pemasaran di masyarakat Bau Bau yang kala itu belum familiar dengan produk florist modern. Namun, dengan tekad kuat dan komitmen membangun usaha yang berkualitas, Dewi terus belajar dari pengalaman, melakukan riset pasar, serta mengikuti pelatihan UKM di kota-kota besar Sulawesi Tenggara.
Sartika Flower didirikan pada tahun 2013, bermula dari kios kecil di rumah Dewi yang hanya menjual beberapa jenis bunga lokal. Namun, persaingan dengan toko bunga yang sudah ada di Bau Bau memaksa Dewi untuk menciptakan inovasi. Ia mulai menawarkan rangkaian bunga custom untuk acara pernikahan, ulang tahun, dan momen spesial masyarakat Bau Bau.
Di tengah keterbatasan akses bahan baku, Dewi melakukan kerja sama dengan petani bunga di daerah pegunungan sekitar Bau Bau. Ia juga mengintroduksi bunga impor seperti mawar, tulip, dan lili yang sebelumnya jarang ditemukan di Sulawesi Tenggara. Perpaduan bunga lokal dan impor dengan rangkaian artistik menjadi nilai tambah Sartika Flower. Melalui media sosial dan pemasaran digital, Sartika Flower semakin dikenal dan dipercaya masyarakat.
Dewi menyadari pentingnya inovasi agar usahanya terus bertahan dan berkembang. Berikut beberapa langkah inovatif yang dilakukan oleh Sartika Flower:
Berkat serangkaian inovasi tersebut, Sartika Flower mampu bersaing dengan toko bunga lain bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat pandemi COVID-19. Dukungan masyarakat dan loyalitas pelanggan membuat usaha Dewi semakin solid.
Usaha Dewi Sartika makin berkembang hingga mendapat perhatian pemerintah daerah dan komunitas UMKM Sulawesi Tenggara. Ia pernah meraih penghargaan "Pengusaha Inspiratif Bau Bau" pada tahun 2018 dan masuk nominasi penghargaan UKM berprestasi tingkat provinsi. Sartika Flower juga beberapa kali menjadi mitra penyelenggaraan festival bunga dan event resmi Pemda.
Dewi juga aktif berpartisipasi dalam seminar kewirausahaan, menjadi pembicara tamu di workshop kreatif dan pelatihan bagi wanita muda di Bau Bau. Ia berbagi pengalaman, tips, dan motivasi, sekaligus mengajak generasi muda untuk memulai usaha mandiri dengan modal semangat dan kejujuran.
Sartika Flower tidak hanya menjadi pionir usaha florist di kota Bau Bau, tetapi juga berdampak sosial bagi masyarakat setempat. Dewi Sartika membuka peluang kerja bagi ibu rumah tangga, pemuda pengangguran, serta memberdayakan petani bunga lokal. Banyak keluarga di sekitar Bau Bau yang mendapat penghasilan tambahan dari usaha Dewi ini.
Selain itu, usaha Dewi membantu mempopulerkan budaya memberi bunga sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan di berbagai acara. Hal ini menciptakan perubahan positif pada pola hidup masyarakat Bau Bau yang semakin menghargai momen spesial dengan sentuhan estetika.
Meski telah menorehkan banyak prestasi, Dewi Sartika masih menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga bunga, keterbatasan transportasi, dan persaingan dengan toko bunga dari luar kota. Namun, ia tidak berhenti berinovasi, selalu mencari solusi dengan membangun jaringan bisnis yang lebih luas dan memperkuat sistem pemasaran digital.
Dewi berharap Sartika Flower dapat menjadi pusat edukasi bagi generasi muda dan wanita di Bau Bau, mengembangkan skill kreativitas, hingga membuka cabang di kota-kota lain Sulawesi Tenggara. Ia percaya bahwa semangat berbagi dan kerja keras adalah kunci sukses jangka panjang.
Dalam wawancara dengan media lokal, Dewi Sartika pernah berkata: "Jangan takut gagal. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga menuju sukses yang lebih besar. Mulailah dengan apa yang kita punya, dan kelak kita akan menemukan jalan menuju impian."
Kisah Dewi Sartika dan Sartika Flower di Bau Bau Sulawesi Tenggara menjadi bukti nyata bahwa peluang bisa diciptakan dari kerja keras, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Usaha yang dimulai dari kecil kini memberi manfaat besar bagi lingkungan sekitar serta menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Perjalanan Dewi Sartika dengan Sartika Flower membuktikan bahwa keberanian, keuletan, dan kreativitas dapat membawa perubahan signifikan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. Sartika Flower kini menjadi lebih dari sekadar toko bunga; ia adalah simbol harapan, inspirasi, dan pemberdayaan komunitas di Bau Bau, Sulawesi Tenggara.
Semoga kisah Dewi Sartika memotivasi kita semua untuk terus berkarya, berbagi, dan menorehkan dampak positif, apa pun latar belakang dan lingkungan kita.