Kabupaten Kolaka di Sulawesi Tenggara semakin dikenal berkat berkembangnya sektor hortikultura dan agribisnis. Salah satu cerita sukses yang menarik perhatian adalah perjalanan Dian Kumala bersama usaha Kolaka Fruits. Lewat inovasi dan kerja keras, Dian Kumala berhasil menciptakan perubahan positif bagi perekonomian lokal serta menghasilkan produk buah berkualitas yang dikenal hingga ke luar daerah.
Dian Kumala lahir dan besar di Kolaka. Sejak remaja, ia sudah terbiasa mengelola lahan bersama orangtuanya. Namun, passion dan tekad untuk memajukan pertanian di Kolaka membuatnya memilih untuk fokus pada budidaya buah-buahan lokal, terutama mangga, rambutan, dan durian. Meski awalnya hanya dibantu oleh keluarga, Dian tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan, terutama kurangnya sumber daya dan akses pasar.
Dengan memanfaatkan teknologi dan belajar dari berbagai pelatihan pertanian, Dian Kumala mengubah lahan pertanian sederhana menjadi kebun buah modern. Ia mulai menerapkan metode irigasi tetes, pemilihan varietas unggul, dan pengelolaan organik untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Tidak hanya itu, Dian juga aktif mencari solusi agar hasil panennya dapat didistribusikan secara luas.
Tahun 2017 menjadi momen penting ketika Dian mendirikan Kolaka Fruits, sebuah usaha yang berfokus pada produksi dan pemasaran buah segar asli Kolaka. Berbekal modal seadanya dan semangat untuk memajukan petani lokal, Kolaka Fruits menjadi wadah bagi para petani di Kolaka untuk memasarkan buah-buahan mereka dengan harga yang adil. Dian memulai kerjasama dengan beberapa petani, memberikan pelatihan tentang teknik bertani yang ramah lingkungan serta seleksi kualitas buah sesuai standar.
Pemasaran Kolaka Fruits juga dilakukan secara inovatif dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, serta jaringan komunitas hortikultura. Berkat upaya tersebut, buah Kolaka kini tidak hanya dijual di Sulawesi Tenggara, namun telah merambah pasar di Makassar, Jakarta, dan bahkan ekspor ke Singapura dalam jumlah kecil.
Dian Kumala percaya bahwa inovasi adalah kunci utama dalam menjalankan usaha agribisnis. Kolaka Fruits mengadopsi sistem packing buah dengan kemasan menarik dan ramah lingkungan, sehingga mudah diterima di pasar modern. Selain itu, Kolaka Fruits juga mengembangkan produk olahan seperti keripik mangga, sirup rambutan, dan jus durian.
Salah satu strategi yang unik adalah program “Petani Muda Kolaka”, di mana Dian mendorong anak-anak muda Kolaka untuk terlibat dalam pertanian, sekaligus memberi edukasi tentang kewirausahaan. Program ini berhasil memperkuat jaringan produksi sekaligus memperkenalkan agribisnis sebagai profesi yang menjanjikan di era kini.
Melalui Kolaka Fruits, Dian Kumala tidak hanya membantu meningkatkan taraf hidup petani, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kolaka. Banyak petani yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan lokal kini mulai menikmati hasil dari pemasaran nasional. Kegiatan pendampingan dan pelatihan yang dilakukan Kolaka Fruits membantu petani memahami pentingnya menjaga kualitas, keberlanjutan, dan pemasaran.
Bagi masyarakat Kolaka, Kolaka Fruits menjadi inspirasi bahwa usaha pertanian bisa dijalankan dengan cara modern dan berdampak. Usaha ini juga membuka lapangan kerja baru, mulai dari pekerja kebun, tim distribusi, staf pengemasan, hingga tenaga pemasaran.
Tidak semua berjalan lancar dalam perjalanan Dian Kumala dan Kolaka Fruits. Di awal, kendala terbesar adalah pemasaran dan pengemasan buah segar yang mudah rusak serta keterbatasan transportasi Kolaka. Sering kali, buah-buahan tidak bisa sampai ke konsumen tepat waktu. Belum lagi tantangan dalam mendapatkan bibit berkualitas serta larangan ekspor yang kadang berubah-ubah.
Namun, berkat kerja keras dan hubungan baik dengan pemerintah daerah, Kolaka Fruits bisa mengatasi tantangan tersebut. Kolaka Fruits kini bekerja sama dengan koperasi petani, institusi logistik, dan dinas pertanian untuk meningkatkan akses ke pasar nasional dan internasional.
Kolaka Fruits telah mendapatkan sejumlah penghargaan, seperti “Pelaku Usaha Hortikultura Terbaik Sulawesi Tenggara” tahun 2022 dan “Startup Pertanian Inspiratif” dari Kementerian Pertanian. Dian Kumala juga sering diundang sebagai pembicara di berbagai seminar agribisnis dan menjadi mentor bagi usaha muda di Kolaka.
Dalam dua tahun terakhir, penjualan Kolaka Fruits meningkat hingga 200%. Jumlah petani mitra bertambah menjadi lebih dari 70 orang, dan hampir setiap bulan Kolaka Fruits mengirimkan buah segar ke empat provinsi di Indonesia. Merek Kolaka Fruits semakin diperhitungkan di pasar nasional dan menjadi contoh sukses agribisnis dari daerah.
Dian Kumala memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan Kolaka sebagai pusat produksi buah premium di Sulawesi Tenggara. Ia berharap Kolaka Fruits dapat terus berinovasi dan memperluas jaringan hingga ke seluruh Indonesia dan Asia Tenggara. Selain itu, Dian ingin membangun pusat pelatihan agribisnis bagi anak muda Kolaka agar semakin banyak generasi muda yang tertarik dan mampu mengembangkan sektor pertanian.
Dian yakin bahwa dengan gotong royong dan semangat inovasi, petani Kolaka dapat bersaing di tingkat nasional tanpa meninggalkan nilai tradisi dan kearifan lokal. Ia terus berbagi ilmu dan pengalaman, serta membuka peluang bagi siapa saja yang ingin berkolaborasi.
Kisah Dian Kumala dan Kolaka Fruits di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara adalah bukti nyata bahwa semangat, kerja keras, dan inovasi dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat. Dari lahan sederhana, Dian berhasil membangun usaha buah yang bermanfaat bagi banyak petani dan menjadi kebanggaan daerah. Cerita ini dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam memajukan pertanian dan ekonomi lokal di Indonesia.