Fikri Kusuma, pria kelahiran Bau Bau, Sulawesi Tenggara, sejak muda telah memiliki ketertarikan di dunia kewirausahaan. Berbekal pengalaman sederhana dari keluarga yang membuka warung kecil di sekitar Pelabuhan Murhum, Fikri terbiasa bekerja membantu orang tuanya sepulang sekolah. Namun, ia tidak pernah membayangkan bahwa pengalaman tersebut akan menjadi pondasi penting dalam perjalanan hidupnya.
Setelah lulus SMA, Fikri sempat melanjutkan studi di Makassar. Di sana, ia sering nongkrong di kafe-kafe, mengamati budaya nongkrong anak muda urban Makassar, dan menemukan inspirasi. Ia melihat kafe bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan ruang untuk belajar, berdiskusi, hingga menumbuhkan jejaring pertemanan. Dari situlah muncul ide membangun kafe sederhana di kampung halamannya, Kota Bau Bau.
Dengan tabungan seadanya serta bantuan modal dari kerabat, Fikri memberanikan diri membuka Kusuma Cafe pada tahun 2017 di kawasan strategis, tidak jauh dari pusat kota. Awalnya, kafe ini mengusung konsep minimalis: hanya ada beberapa meja dan kursi, kopi racikan sederhana, serta makanan ringan seperti pisang goreng dan roti bakar. Namun, semangat pelayanan ramah dan cita rasa lokal menjadi ciri khas yang ditonjolkan.
Di awal, Kusuma Cafe hanya dikunjungi segelintir orang, mayoritas teman dan keluarga. Namun perlahan, berita tentang kafe ini mulai tersebar dari mulut ke mulut. Menu signature-nya, Kopi Kusuma, cepat menjadi favorit karena racikannya yang unik, menggunakan biji kopi pilihan dari Pegunungan Buton yang disangrai sendiri. Suasana hangat, harga terjangkau, dan koneksi WiFi kencang menjadi magnet anak muda Bau Bau hingga akhirnya Kusuma Cafe selalu ramai pengunjung.
Melihat animo yang tinggi, Fikri menambah fasilitas seperti sudut baca, panggung akustik, dan memperluas area outdoor. Ia juga mulai mengadakan open mic bagi musisi lokal, nonton bareng pertandingan sepakbola, hingga kelas belajar digital marketing. Kafe ini bahkan menjadi pusat aktivitas komunitas anak muda kreatif, seperti diskusi film, bazaar UMKM, dan pelatihan startup lokal.
Tak selalu mulus, perjalanan Kusuma Cafe sempat menemui tantangan. Salah satunya adalah kompetisi dengan kafe-kafe baru yang bermunculan. Selain itu, selama pandemi COVID-19, Fikri sempat menutup kafenya selama hampir tiga bulan. Namun, dengan inovasi dan kegigihan, ia beradaptasi dengan sistem take away, layanan pesan antar, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi.
Fikri percaya bahwa bisnis kafe bukan sekadar soal rasa, tapi juga pengalaman dan relasi sosial.
Kombinasi inilah yang membuat Kusuma Cafe tetap diminati dan menjadi inspirasi bagi UMKM lain. “Kami tidak menjual kopi saja, tapi juga pengalaman dan jejaring. Itulah spirit Kusuma Cafe,” ujar Fikri kepada salah satu media lokal.
Pada tahun 2022, Kusuma Cafe mendapat apresiasi dari pemerintah Kota Bau Bau sebagai UMKM Inspiratif. Selain menghadirkan lapangan pekerjaan bagi puluhan anak muda di sekitarnya, Kusuma Cafe juga dikenal aktif melakukan kegiatan sosial, seperti donasi buku untuk taman baca, bantuan beasiswa kreatif, serta mendukung festival budaya lokal.
Dampak positif Kusuma Cafe diakui oleh banyak pihak. Bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya ide-ide kreatif dan inovasi digital di Bau Bau. Banyak pelaku UMKM muda yang mendapat ruang promosi produk di acara bazaar yang rutin digelar di kafe ini.
Dari perjalanan panjang membangun Kusuma Cafe, Fikri Kusuma membagikan beberapa tips sukses bagi anak muda dan pelaku UMKM di kota kecil yang ingin membangun usaha:
Dengan semangat itu, Fikri Kusuma berharap semakin banyak generasi muda Bau Bau yang berani meraih mimpi dan membangun usaha kreatif untuk kemajuan kota mereka.
Saat ini, Kusuma Cafe sudah berkembang dengan dua cabang di Kota Bau Bau. Visi Fikri ke depan adalah ingin membawa cita rasa kopi serta konsep “kafe komunitas” ke lebih banyak kota kecil di Sulawesi Tenggara. Ia ingin menginspirasi makin banyak anak muda untuk tidak hanya sekadar mencari pekerjaan, melainkan juga berani menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui inovasi dan kolaborasi.
Kehadiran Kusuma Cafe bukan hanya memperkaya ragam tempat nongkrong di Bau Bau, tapi juga memberi warna baru bagi geliat ekonomi dan sosial masyarakatnya. Semoga semakin banyak kisah sukses seperti Fikri Kusuma yang lahir dari kota-kota kecil di Indonesia, menjadi inspirasi untuk negeri yang lebih maju.