Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dikenal dengan potensi sumber daya mineral dan alamnya. Di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis dan berkembang, muncul kisah inspiratif dari seorang pedagang buku bernama Hasan Basri. Ia adalah pendiri Toko Buku Hasan, sebuah toko buku yang kini menjadi salah satu pusat literasi di Kolaka. Perjalanan Hasan Basri dalam mendirikan dan mengembangkan Toko Buku Hasan tidaklah mudah. Kesuksesan yang diraih saat ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, dan semangat untuk memajukan intelektual masyarakat Kolaka.
Hasan Basri lahir di Kolaka pada tahun 1972. Latar belakang keluarganya sangat sederhana. Orang tuanya merupakan petani yang kehidupannya penuh dengan tantangan. Hasan tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan, meski akses ke buku-buku berkualitas sangat terbatas saat ia kecil. Ketika menempuh pendidikan di sekolah menengah, ia selalu merasa kesulitan mencari bahan bacaan tambahan, karena toko buku masih jarang di Kolaka.
Setelah lulus SMA, Hasan memutuskan untuk bekerja di sebuah toko kelontong kecil milik pamannya. Di sana, ia belajar banyak tentang tata kelola usaha dan cara melayani pelanggan. Namun, hasratnya tetap pada dunia buku. Dari tabungannya, Hasan mulai membeli beberapa buku dan menjualnya secara kecil-kecilan di pasar tradisional. Ia menaruh buku-buku di sebuah meja sederhana dan menawarkan kepada masyarakat sekitar.
Tahun 1998 menjadi titik balik bagi Hasan Basri. Ia memberanikan diri untuk membuka sebuah toko buku kecil di pusat kota Kolaka; toko yang awalnya hanya terlihat seperti ruang baca sederhana. Dengan bermodalkan kepercayaan dan dukungan dari keluarga serta beberapa rekan, Hasan menyusun strategi pemasaran dan mulai menjalin kerja sama dengan distributor buku di Kendari dan Makassar.
Dalam usaha tersebut, Hasan menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah rendahnya minat baca masyarakat dan keterbatasan modal. Ia sering harus menyisihkan hasil penjualan untuk membeli stok buku yang lebih bervariasi. Hasan juga sempat menghadapi isu mengenai buku bajakan yang beredar di pasar. Namun, ia berkomitmen hanya menjual buku asli dan berkualitas untuk membangun kepercayaan konsumen.
Tahun-tahun berikutnya, Toko Buku Hasan terus berkembang. Hasan Basri mulai menambah koleksi buku, dari buku pelajaran, novel, hingga buku religi. Ia juga menyediakan kebutuhan alat tulis dan perlengkapan sekolah. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah membangun ruang baca gratis bagi anak-anak dan pelajar setempat.
Berbagai inovasi ini berhasil meningkatkan minat baca dan membangun hubungan emosional antara Toko Buku Hasan dengan masyarakat Kolaka.
Toko Buku Hasan tidak hanya menjadi tempat jual beli buku, tetapi juga pusat edukasi. Hasan Basri kerap menyumbang buku ke sekolah-sekolah di desa terpencil dan membawakan materi motivasi kepada pelajar. Banyak siswa dan mahasiswa yang mengaku terbantu dengan keberadaan toko buku ini. Hal ini membawa dampak signifikan terhadap perkembangan literasi di Kolaka, serta memperluas akses terhadap pengetahuan.
Berkat dedikasi Hasan Basri, Toko Buku Hasan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kolaka sebagai “Pelopor Literasi Daerah” pada tahun 2018. Penghargaan tersebut menjadi motivasi besar bagi Hasan untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Hasan Basri juga tidak pernah ragu untuk selalu belajar hal baru, termasuk memanfaatkan media sosial untuk promosi dan informasi. Ia sering menggunakan akun Facebook dan WhatsApp untuk memperkenalkan koleksi buku terbaru, serta mengadakan giveaway untuk pelajar.
Di era digital, toko buku tradisional menghadapi tantangan besar dari toko online dan e-book. Hasan Basri mengantisipasi hal ini dengan membuka layanan pemesanan buku melalui WhatsApp dan Instagram. Ia juga bekerja sama dengan penerbit nasional agar mendapat akses pada buku-buku terbaru lebih cepat.
Selain itu, Hasan mendukung kegiatan literasi digital, seperti mengadakan pelatihan menulis dan workshop pengembangan diri bagi pelajar. Toko Buku Hasan menjadi ruang interaktif, bukan hanya tempat membeli buku, tetapi juga tempat berbagi ilmu dan pengalaman.
Kisah Hasan Basri dan Toko Buku Hasan menjadi inspirasi bagi banyak orang di Kolaka dan Sulawesi Tenggara. Hasan membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan ketekunan, setiap orang bisa menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar. Ia berharap akan lebih banyak toko buku dan kegiatan literasi bermunculan, agar generasi muda Kolaka semakin cerdas dan kreatif.
Hasan Basri berpesan kepada para pemuda agar tidak takut bermimpi dan berusaha. Ia percaya bahwa pendidikan merupakan jalan utama menuju kemajuan diri dan daerah. Dengan keberadaan Toko Buku Hasan, masyarakat Kolaka kini lebih mudah mengakses berbagai bacaan bermutu, dan semangat literasi tumbuh lebih kuat.
Kisah sukses Hasan Basri dan Toko Buku Hasan adalah gambaran nyata bahwa peluang dan perubahan bisa dimulai dari hal sederhana. Dari kios kecil yang menawarkan buku di pasar, Toko Buku Hasan kini menjadi pusat literasi daerah, membawa pengaruh positif bagi pendidikan dan sosial masyarakat Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dedikasi, ketekunan, serta inovasi yang dilakukan Hasan Basri telah menjadikannya pelopor literasi dan inspirasi bagi siapa saja yang ingin mengabdi untuk kemajuan bangsa.