Irma Safitri lahir dan tumbuh di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, di sebuah keluarga sederhana. Sejak kecil, Irma telah menunjukkan semangat dan keuletan dalam berusaha. Setelah menamatkan SMA, Irma menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Ia harus membantu keluarganya sekaligus mencari celah untuk meraih mimpi.
Tidak ingin sekadar menjalani rutinitas tanpa arah, Irma mulai mencoba berbagai pekerjaan, mulai dari pegawai toko hingga penjaga konter pulsa. Meski penghasilannya tak seberapa, pengalaman dan jaringan yang didapat membuatnya semakin yakin untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.
Pada tahun 2015, Irma menyadari potensi wisata di Kota Bau-Bau yang belum tergarap optimal. Kota ini memiliki panorama alam menawan, budaya yang kaya, dan keramahan masyarakat lokal. Banyak wisatawan dari luar Pulau Buton bingung mencari jasa tour yang terpercaya saat akan berkunjung ke Bau-Bau.
Setelah berdiskusi dengan teman-teman dan keluarganya, Irma mengambil langkah berani dengan mendirikan Safitri Wisata, sebuah usaha jasa tour dan travel yang menawarkan paket wisata khas Kota Bau-Bau dan wilayah sekitarnya. Dengan modal terbatas, Irma awalnya hanya memiliki satu kendaraan dan memperkenalkan bisnisnya lewat media sosial serta forum komunitas lokal.
Perjalanan Safitri Wisata tidak langsung berjalan mulus. Di awal usaha, Irma menghadapi banyak tantangan, seperti persaingan dengan agen travel yang sudah lebih dulu berdiri dan masalah permodalan. Namun, ia tetap berpegang pada prinsip pelayanan yang ramah, jujur, dan harga transparan.
Irma juga membangun jaringan dengan pemilik homestay, restoran lokal, dan pemandu wisata, sehingga ia dapat menawarkan paket pengalaman lengkap kepada pelanggannya. Keunggulan Safitri Wisata terletak pada keunikan paket yang mengangkat budaya lokal, kunjungan ke benteng, pantai, dan spot-spot kuliner khas Bau-Bau.
Berkat dedikasi Irma, perlahan Safitri Wisata berkembang. Pesanan semakin bertambah terutama saat libur panjang dan musim wisata. Irma turut berinovasi dengan menawarkan layanan online booking, sehingga wisatawan dari luar Pulau Buton dapat mengakses informasi dengan mudah.
Pada tahun 2018, Safitri Wisata mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Bau-Bau sebagai salah satu pelaku UMKM kreatif di bidang pariwisata. Irma lalu mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan manajemen bisnis pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara. Hal ini makin memantapkan visi Safitri Wisata untuk menjadi agen wisata terbaik di Bau-Bau.
Berbagai paket tur yang disusun Irma dan tim Safitri Wisata telah menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain menawarkan tur ke Benteng Keraton Buton, Pantai Nirwana, Air Terjun Tirta Rimba, dan Gua Lakasa, Safitri Wisata juga membangun reputasi sebagai travel yang mendukung pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Setiap peserta tur diajak untuk mengenal tradisi masyarakat Bau-Bau, berinteraksi dengan pengrajin tenun Buton, dan belajar pesona kuliner khas Sulawesi Tenggara. Hal ini menjadikan Safitri Wisata bukan hanya perjalanan biasa, tetapi sebuah pengalaman berharga.
Irma tak pernah lupa akan akar dan nilai-nilai keluarga. Ia dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan inspiratif. Ia selalu membagi waktu antara menjalankan usaha dan terlibat dalam kegiatan sosial seperti pelatihan wirausaha untuk pemuda lokal.
Ia juga aktif mengkampanyekan pariwisata ramah lingkungan, dengan mengedukasi wisatawan serta masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan alam Bau-Bau. Kepedulian Irma membuat Safitri Wisata mendapat dukungan luas dari komunitas setempat.
Usaha Irma Safitri tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga memberdayakan masyarakat lokal. Safitri Wisata kini mempekerjakan lebih dari 20 orang, termasuk pemandu wisata, sopir, dan staf administrasi. Banyak anak muda Bau-Bau yang belajar langsung dari Irma tentang peluang di bidang pariwisata.
Selain itu, usaha Irma mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Bau-Bau. Terdapat peningkatan omzet bagi pengusaha homestay, kuliner, dan kerajinan yang bekerja sama dengan Safitri Wisata. Irma juga sering mengadakan event wisata budaya, yang turut menarik perhatian media lokal dan nasional.
Irma Safitri terus berinovasi dengan mengembangkan digitalisasi layanan melalui aplikasi Safitri Wisata. Wisatawan dapat memilih dan memesan paket tur, konsultasi perjalanan, hingga rekomendasi kuliner lokal secara online. Inovasi ini makin memperkuat posisi Safitri Wisata sebagai travel terdepan di Sulawesi Tenggara.
Dengan visi dan semangat pantang menyerah, Irma berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas kerjasama dengan stakeholder pariwisata nasional. Ia sadar bahwa perkembangan pariwisata harus diimbangi dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Inilah yang membuat Safitri Wisata semakin dipercaya oleh para wisatawan dan masyarakat Kota Bau-Bau.
Dalam banyak kesempatan, Irma selalu berpesan kepada generasi muda bahwa kesuksesan bukan sekadar soal materi, tetapi tentang keberanian bermimpi dan ketekunan menjalani proses. Ia membuktikan bahwa dengan niat baik dan kerja keras, siapapun dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Kisah Irma Safitri menjadi motivasi bagi banyak pelaku UMKM di Bau-Bau dan Sulawesi Tenggara untuk terus berinovasi, belajar, dan percaya diri menghadapi tantangan zaman. Safitri Wisata adalah bukti nyata bahwa usaha lokal bisa bersaing secara nasional maupun internasional, dan mampu mengangkat nama daerah ke pentas yang lebih luas.
Kesuksesan Irma Safitri melalui Safitri Wisata di Kota Bau-Bau bukanlah datang secara instan. Di balik prestasi itu, terdapat kerja keras, semangat pantang menyerah, dan dukungan dari keluarga serta komunitas. Kisah Irma Safitri menjadi contoh nyata bahwa perempuan Indonesia, khususnya di daerah, mampu menjadi motor penggerak perubahan dan inovasi di bidang pariwisata.
Kota Bau-Bau kini dikenal lebih luas berkat upaya Safitri Wisata dalam mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Kisah inspiratif dari Irma Safitri ini diharapkan dapat terus memotivasi banyak orang untuk berkarya dan membangun daerahnya sendiri.