Kota Bau Bau di Sulawesi Tenggara mulai dikenal luas bukan hanya sebagai kota pelabuhan sejarah, namun juga sebagai kota kreatif dengan kehadiran Wiwaha Clothing. Di balik merek lokal yang kini banyak digemari remaja dan masyarakat urban Bau Bau, terdapat sosok wanita inspiratif, Lastri Wiwaha, yang telah mengukir kisah perjalanan suksesnya melalui semangat kewirausahaan, inovasi kreatif, dan tekad pantang menyerah.
Lastri Wiwaha, wanita asli Bau Bau, memulai usahanya dari nol. Berbekal pengalaman sebagai penjahit rumahan, Lastri melihat peluang pemasaran busana lokal yang belum tergarap maksimal di kampung halamannya. Tahun 2013, ia memberanikan diri mendirikan Wiwaha Clothing, menggunakan modal tabungan hasil menjahit dari rumah ke rumah serta bantuan kecil dari keluarganya.
Ide awal Wiwaha Clothing sederhana: menghadirkan busana kekinian dengan sentuhan motif khas Buton dan Sulawesi, yang dipadukan dengan gaya modern. “Saya ingin anak muda Bau Bau bangga memakai produk lokal berkualitas, bukan hanya produk dari luar kota,” ujar Lastri.
Setiap kisah sukses tentu diwarnai oleh tantangan, demikian pula dengan Lastri. Kurangnya pengetahuan bisnis, keterbatasan modal, persaingan merek nasional hingga minimnya akses ke bahan baku utama, menjadi hambatan yang kerap membuatnya ingin menyerah. Namun, tekadnya untuk berkontribusi terhadap ekonomi lokal dan semangat memajukan kearifan lokal membuat Lastri terus melangkah.
Wiwaha Clothing mulai mendapat perhatian ketika menghadirkan baju kaos, jaket, dan dress motif Buton yang langka ditemui di pakaian modern. Koleksi busana mereka mulai digunakan dalam beberapa acara budaya dan festival di Bau Bau, sehingga eksposur merek semakin meluas.
Seiring waktu, pesanan dari luar kota mulai berdatangan, terutama setelah Lastri memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk menampilkan katalog produknya. Kualitas jahitan yang rapi, desain kreatif, serta pelayanan ramah menjadi kekuatan utama merek Wiwaha Clothing.
Tidak hanya sekadar berbisnis, Lastri ingin Wiwaha Clothing memberikan kontribusi nyata bagi Kota Bau Bau. Ia merekrut penjahit muda lokal, sebagian besar perempuan, untuk diberdayakan dan dilatih keterampilan menjahit, mendesain, hingga pemasaran digital. Wiwaha Clothing pun mendukung ekonomi keluarga bagi puluhan ibu rumah tangga yang menjadi bagian dari tim produksinya.
Selain itu, Lastri juga rutin berkolaborasi dengan komunitas kreatif serta pelaku UMKM lain seperti pengrajin kain tenun dan batik lokal. Kolaborasi ini tak hanya memperkuat jejaring, tetapi juga menambah nilai tambah pada setiap produknya.
Dalam berbagai kesempatan berbagi pengalaman di acara seminar kewirausahaan dan UMKM, Lastri kerap membagikan beberapa kiat suksesnya:
Usaha Lastri tidak sia-sia. Beberapa pencapaian inspiratif yang digapai oleh Wiwaha Clothing antara lain:
Kisah Lastri Wiwaha dan Wiwaha Clothing adalah bukti nyata bahwa kreatifitas dan keberanian untuk mengambil peluang dapat membawa perubahan besar, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat. Lastri kerap memotivasi generasi muda untuk tidak malu memulai usaha dari nol, berani menghadapi tantangan, serta cerdas memanfaatkan potensi lokal sebagai modal utama meraih impian.
Lastri juga menegaskan pentingnya pendidikan, kemandirian, serta membangun jaringan dalam meraih sukses, tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas.
Dengan komitmen yang kuat dan dedikasi tanpa lelah, Lastri Wiwaha bertekad untuk membawa Wiwaha Clothing menembus pasar nasional bahkan internasional. Ia bermimpi produk-produk Bau Bau dikenal luas sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern, tanpa melupakan tradisi dan budaya Buton yang kaya warisan.
“Saya ingin setiap anak muda di Bau Bau merasakan manfaat dari kehadiran Wiwaha Clothing, baik sebagai pelanggan, mitra kerja, maupun inspirasi untuk menciptakan usaha baru,” tutup Lastri dalam sebuah wawancara.
Kisah sukses ini menjadi motivasi bagi kita semua, bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dan ketulusan hati untuk berbuat lebih bagi sesama.