Air bersih adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Di banyak desa di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan pegunungan, akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan. Namun, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kisah inspiratif telah lahir dari kegigihan seorang anak muda bernama Lutfi yang berhasil membantu menyediakan air bersih melalui usaha Kolaka Pompa Air.
Lutfi, seorang pemuda kelahiran Kecamatan Wundulako, Kolaka, tumbuh besar di tengah keluarga petani. Sejak kecil, ia telah terbiasa melihat perjuangan masyarakat di sekitarnya untuk mendapatkan air, terutama saat musim kemarau panjang. Banyak warga desa harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mengambil air dari sungai atau sumur tua yang debit airnya terbatas.
Melihat kondisi ini, Lutfi pun bercita-cita mencari solusi. Setelah lulus sekolah menengah, ia mulai belajar tentang teknologi pompa air secara otodidak melalui internet dan buku-buku teknik. Modal semangat dan keinginan untuk mengubah nasib kampung halamannya, Lutfi memulai eksperimen kecil-kecilan di rumahnya sendiri.
Tahun 2018 menjadi titik balik ketika Lutfi berhasil memasang pompa air rakitan di rumahnya. Keberhasilan ini pun menarik perhatian tetangga dan warga sekitar. Melihat kebutuhan yang besar, Lutfi mulai menerima permintaan pemasangan pompa air dari rumah ke rumah. Ia kemudian mendirikan Kolaka Pompa Air, sebuah usaha jasa pemasangan dan perawatan pompa air untuk keperluan rumah tangga, pertanian, dan UMKM.
Berbekal modal minim, Lutfi memberanikan diri bekerjasama dengan penjual alat-alat teknik di Kolaka serta memanfaatkan media sosial untuk memasarkan jasanya. Ia juga memberikan edukasi mengenai pemeliharaan pompa dan pentingnya sanitasi air bersih.
Sejak didirikan, Kolaka Pompa Air telah melayani lebih dari 500 kepala keluarga di berbagai kecamatan Kabupaten Kolaka seperti Pomalaa, Baula, Wolo, dan Watubangga. Tidak hanya kebutuhan rumah tangga, petani pun banyak yang terbantu untuk sistem irigasi lahan.
Keberadaan usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda desa yang diajak Lutfi untuk bergabung menjadi teknisi atau pemasang pompa air.
Meski telah banyak membantu warga, perjalanan Lutfi tidak selalu mulus. Ia pernah menghadapi tantangan keterbatasan modal, harga alat-alat yang naik, bahkan listrik yang sering padam. Tetapi, dengan prinsip pantang menyerah, Lutfi berinovasi menggunakan panel surya sebagai sumber listrik alternatif pompa air di daerah yang kesulitan akses listrik. Ia juga menjalin kerjasama dengan LSM dan pemerintah setempat untuk pelatihan teknis bagi pemuda desa.
Saat pandemi COVID-19, permintaan pemasangan pompa meningkat karena warga lebih sadar akan pentingnya sanitasi. Lutfi tak segan mengedukasi tentang pencucian tangan menggunakan air dari pompa yang ia pasang, turut membantu usaha pemerintah dalam menekan penyebaran virus di pedesaan.
Kisah sukses Lutfi bersama Kolaka Pompa Air telah menjadi inspirasi untuk anak muda desa lainnya. Ia membuktikan bahwa dengan keuletan dan niat yang baik, masalah krusial seperti air bersih bisa diatasi dari desa sendiri. Beberapa pemuda di kecamatan lain mulai meminta Lutfi melatih mereka dan membangun usaha serupa di kampung halaman mereka.
Pemerintah Kabupaten Kolaka pun mengapresiasi dedikasi Lutfi dengan memberikan penghargaan pada tahun 2022 sebagai "Pemuda Inspiratif Daerah Kolaka". Kini, Lutfi kerap diundang menjadi narasumber di seminar wirausaha maupun diskusi komunitas pemuda se-Kolaka.
Lutfi berencana memperluas jangkauan dengan membuka bengkel pompa air di beberapa kecamatan, serta menambah layanan inovatif — misalnya sistem pemurnian air sederhana atau layanan instalasi pompa ramah lingkungan untuk sawah dan ladang. Ia juga ingin memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan Kolaka Pompa Air ke wilayah luar Sulawesi Tenggara.
Bagi Lutfi, keberhasilan bukan hanya dinilai dari banyaknya pelanggan, tetapi seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepercayaan warga, ia optimis Kolaka Pompa Air dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kolaka, khususnya dalam penyediaan air bersih.
Kisah Lutfi membuktikan bahwa kemajuan desa bisa dimulai dari satu solusi sederhana namun membawa dampak luas — air bersih yang mudah diakses. Semoga, semangat ini terus menular dan melahirkan lebih banyak inisiatif anak muda di daerah-daerah lain di Indonesia.