Siapa sangka seorang pemuda dari Konawe, Sulawesi Tenggara, kini menjadi sosok inspiratif di bidang usaha percetakan? Muhlis Rahmat, lahir dan besar di Kota Konawe, berasal dari keluarga sederhana yang selalu mengedepankan pendidikan dan kerja keras. Sejak masa sekolah, Muhlis dikenal sebagai siswa yang rajin, kreatif, dan selalu ingin tahu tentang dunia usaha.
Setelah lulus SMA, ia sempat bekerja di toko alat tulis milik temannya. Di sana, Muhlis belajar banyak tentang kebutuhan percetakan dan administrasi kantor. Melihat peluang yang belum digarap maksimal, Muhlis mulai berpikir untuk membuka usaha percetakan sendiri. Modal awal yang minim tidak menjadi penghalang baginya untuk memulai dengan alat sederhana, seperti printer dan komputer second.
Tahun 2014 menjadi awal berdirinya Muhlis Percetakan Konawe. Dengan lokasi yang strategis di kecamatan Unaaha, Muhlis perlahan memperkenalkan usahanya ke masyarakat sekitar. Layanan percetakan yang tersedia meliputi cetak undangan, brosur, banner, serta dokumen penting lain yang dibutuhkan masyarakat dan instansi pemerintah di Konawe.
Pada awalnya, usaha percetakan milik Muhlis hanya dikenal di lingkup pertemanan dan tetangga. Namun, seiring berkembangnya waktu, ia mulai aktif mempromosikan usahanya melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Strategi digital ini membawa hasil positif, jumlah pelanggan meningkat dan permintaan cetak semakin beragam.
Muhlis tidak hanya mengandalkan keberuntungan. Ia menerapkan prinsip integritas dan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Setiap pesanan diselesaikan tepat waktu dengan kualitas terbaik. Selain itu, harga yang terjangkau menjadi daya tarik utama, terutama bagi pelaku UKM dan mahasiswa di Konawe.
Tidak selalu berjalan mulus, Muhlis menghadapi berbagai tantangan dan kendala. Salah satu yang utama adalah keterbatasan modal untuk membeli mesin cetak yang lebih modern. Ia juga mengalami situasi ketika permintaan melonjak di musim pendaftaran sekolah atau acara pemerintah, sedangkan alat yang ada belum mumpuni. Namun, dengan keuletan, Muhlis mencari mitra dan membuka peluang kerja sama dengan percetakan lain serta pengusaha lokal.
Selain itu, tantangan menghadapi perubahan teknologi juga menjadi perhatian. Ketika permintaan cetak digital mulai meningkat, Muhlis harus beradaptasi dan belajar mengenai software desain terbaru agar bisa bersaing.
Berkat ketekunan dan strategi pemasaran yang efektif, Muhlis Percetakan Konawe kini berkembang pesat. Tidak hanya melayani pelanggan lokal, namun sudah mendapatkan order dari luar daerah, seperti Kendari dan Kolaka. Usaha ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui penyediaan lapangan kerja bagi 8 orang karyawan lokal.
Selain fokus pada bisnis, Muhlis aktif berperan dalam kegiatan sosial di Konawe. Ia sering berpartisipasi dalam kegiatan amal, baik berupa donasi untuk korban bencana maupun membagikan bantuan alat tulis dan buku kepada pelajar kurang mampu. Hal ini semakin meningkatkan reputasi Muhlis Percetakan sebagai usaha yang peduli terhadap masyarakat.
Ada beberapa prinsip yang selalu dipegang oleh Muhlis Rahmat dalam membangun usahanya, yaitu semangat belajar, disiplin, dan jujur. Ia tidak pernah berhenti mengikuti tren percetakan, menyerap ilmu baru dari pelatihan maupun seminar yang diadakan oleh pemerintah daerah dan komunitas pengusaha. Di masa pandemi Covid-19, ia bahkan melakukan inovasi dengan layanan online dan antar jemput hasil cetak, sehingga tetap mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi.
Selain itu, Muhlis percaya bahwa usaha bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ia selalu berbagi ilmu dengan karyawan dan calon pengusaha baru di Konawe.
Dalam berbagai kesempatan, Muhlis Rahmat menyampaikan harapannya kepada generasi muda di Konawe agar berani memulai usaha. Ia yakin, dengan niat baik, kerja keras, dan inovasi, seseorang bisa mengubah kehidupan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kisahnya menjadi bukti bahwa peluang itu selalu ada bagi mereka yang mau berusaha dan tidak mudah menyerah.
Banyak anak muda yang kini menjadikan Muhlis sebagai panutan dalam berwirausaha. Ia sering mengisi seminar kewirausahaan dan pelatihan di sekolah maupun kampus, memberdayakan potensi lokal dan mendorong semangat entrepreneur di Sulawesi Tenggara.
Dengan perkembangan teknologi dan pesatnya pembangunan di Konawe, Muhlis Percetakan terus berinovasi agar tetap relevan. Muhlis berencana memperluas layanan dengan menciptakan produk desain grafis, souvenir, dan percetakan berbasis e-commerce. Ia juga ingin membangun fasilitas percetakan modern dan eco-friendly, sehingga usaha terus berkembang dan berkontribusi bagi lingkungan.
Kisah sukses Muhlis Rahmat dan Muhlis Percetakan Konawe menjadi inspirasi nyata bahwa keberhasilan bisa dicapai dengan ketekunan, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Semoga cerita ini memotivasi lebih banyak orang di Sulawesi Tenggara dan Indonesia untuk membangun usaha serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan bangsa.