Di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, kisah inspiratif Nia Safitri bermula dari kecintaannya akan kuliner khususnya kue basah dan kue kering. Pada tahun 2017, Nia tidak pernah menyangka bahwa hobi membuat kue untuk keluarga dan tetangga akan berkembang menjadi usaha Safitri Cake yang dikenal luas di wilayah tersebut. Sang suami dan anak-anak awalnya hanya menjadi penikmat hasil karya Nia di dapur, namun lambat laun pesanan dari tetangga dan teman mulai membanjiri rumahnya. Dengan tekad kuat dan modal seadanya, Nia memberanikan diri memperluas produksi kue dan mulai menerima pesanan lebih banyak.
Perjalanan wirausaha Nia tidak serta merta mulus. Modal terbatas, peralatan dapur sederhana, dan minim pengalaman bisnis menjadi tantangan utama. Namun, Nia tidak pernah menyerah. Dia rajin mengikuti pelatihan UMKM yang diadakan oleh pemerintah daerah Bau-Bau dan aktif di komunitas perempuan pengusaha.
Dari pelatihan-pelatihan ini, Nia Safitri belajar banyak tentang pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga pentingnya legalitas usaha. Pada tahun 2018, Safitri Cake resmi menjadi UMKM dengan izin usaha yang lengkap dan mulai memperluas jaringan pemasaran menggunakan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp.
Safitri Cake mengusung konsep khas dengan mengangkat kue-kue tradisional Sulawesi Tenggara seperti kue lapis, kasomba, dan kue gula merah, sekaligus menghadirkan varian modern seperti brownies, cheesecake, dan roti jala. Dengan inovasi resep dan tampilan yang menarik, Safitri Cake berhasil menarik minat pelanggan dari berbagai kalangan.
Tidak berhenti di produksi, Nia juga membangun jaringan pemasaran dengan toko-toko roti dan cafe di Bau-Bau. Selain itu, ia aktif berkolaborasi dengan pengusaha perempuan lain guna memperluas kesempatan bisnis. Safitri Cake telah beberapa kali menjadi sponsor acara lokal, dan sering menyediakan paket kue untuk perayaan adat maupun hajatan di Sulawesi Tenggara.
Pemasaran melalui media sosial menjadi kunci pertumbuhan cepat Safitri Cake. Dengan konten yang menarik, foto produk yang profesional, serta pelayanan responsif di WhatsApp, pelanggan semakin merasa nyaman dan mudah memesan produk. Safitri Cake juga memanfaatkan platform marketplace lokal yang membantu penjualan kue hingga di luar Kota Bau-Bau.
Salah satu aspek utama yang membuat Safitri Cake bertahan adalah pelayanan yang ramah serta konsistensi dalam kualitas produk. Nia selalu memastikan bahan baku berkualitas, proses produksi higienis, dan pengantaran tepat waktu. Testimoni dari pelanggan yang puas menjadi kekuatan promo dari mulut ke mulut. Tidak jarang, pelanggan dari luar kota memesan Safitri Cake untuk acara khas keluarga atau pertemuan bisnis di Sulawesi Tenggara.
Dalam menghadapi permintaan yang terus meningkat, Nia tidak melupakan pengembangan produk dan peningkatan sumber daya manusia. Ia rutin melakukan riset resep baru, mencoba inovasi rasa, dan memberikan pelatihan kepada karyawan. Menurut Nia, menjaga kualitas produk dan pelayanan adalah prioritas utama.
Setiap pelaku usaha tentu menghadapi tantangan. Nia sempat menghadapi kendala dalam hal distribusi kue ke luar kota, serta fluktuasi harga bahan baku. Untuk mengatasinya, dia membangun kemitraan dengan pengadaan bahan lokal dan memperluas jaringan logistik. Konsistensi, inovasi produk, dan komunikasi yang baik dengan pelanggan menjadi kunci Nia dalam menghadapi persaingan bisnis kue di Bau-Bau.
Selain berbisnis, Nia Safitri aktif berbagi pengalaman di berbagai forum perempuan pengusaha. Ia sering menjadi narasumber dalam seminar motivasi UMKM, menginspirasi perempuan lain untuk berani memulai usaha dan mandiri secara ekonomi. Bagi Nia, kesuksesan bukan semata-mata omzet penjualan, tetapi juga bagaimana ia bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan memberikan contoh kepada perempuan lain.
Hingga tahun 2024, Safitri Cake telah memperoleh berbagai penghargaan dari pemerintah daerah Bau-Bau, di antaranya sebagai UMKM inspiratif dan produk kuliner terbaik. Nia juga menerima undangan untuk menjadi pelatih UMKM di Sulawesi Tenggara, membantu pelaku usaha lain mengembangkan bisnis mereka. Dalam waktu dekat, Nia merencanakan membuka gerai Safitri Cake di beberapa kota di Sulawesi Tenggara, sekaligus menjangkau pasar nasional melalui platform digital.