Kota Bau Bau di Sulawesi Tenggara terkenal dengan keindahan alam dan kebudayaannya yang khas. Namun, di tengah geliat kota yang berkembang, muncul sosok inspiratif bernama Ririn Kusuma, seorang perempuan muda yang sukses membangun bisnis Kusuma Interior, sebuah perusahaan desain interior yang kini menjadi rujukan utama bagi masyarakat di Bau Bau dan sekitarnya.
Ririn Kusuma berasal dari keluarga sederhana di Kota Bau Bau. Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang desain interior di salah satu universitas di Makassar, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, membawa ilmu dan tekad besar untuk membangun bisnis sendiri. Tahun 2016, Ririn memberanikan diri memulai Kusuma Interior hanya bermodalkan komputer bekas, ruangan kecil di rumah, dan satu pegawai yang juga merupakan adiknya sendiri.
Salah satu kunci sukses Ririn adalah kemampuannya memadukan desain modern dengan unsur lokal Bau Bau. Ia sering menggunakan material khas Sulawesi Tenggara seperti kayu jati, rotan, dan motif kain tenun lokal dalam karyanya. Strategi ini berhasil menarik minat banyak klien, mulai dari pemilik hunian, bisnis kafe, hingga hotel di area Bau Bau.
Ririn tidak selalu berada di zona nyaman. Tantangan utama yang ia hadapi adalah skeptisisme masyarakat lokal terhadap desain interior modern dan persaingan dengan pemain dari kota besar seperti Makassar dan Kendari. Selain itu, terkadang sulit mendapatkan bahan baku yang berkualitas tinggi di Bau Bau. Namun, Ririn selalu berusaha berinovasi dengan melakukan riset, serta menjalin kerjasama dengan pengrajin lokal untuk memperkuat rantai bisnisnya.
Ririn mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi utama. Melalui Instagram dan Facebook, ia memamerkan portofolio desain interior, testimoni klien, serta proses pembuatan furniture dan dekorasi pada berbagai proyek. Pemasaran digital ini memberikan dampak signifikan, tak hanya menjangkau konsumen lokal namun juga dari luar Sulawesi Tenggara yang tertarik dengan sentuhan khas Bau Bau dalam desain interior.
Ia juga aktif dalam komunitas pengusaha muda dan sering diundang sebagai pembicara di seminar UMKM. Dengan semangat berbagi, Ririn membuka kelas desain interior gratis untuk remaja di Bau Bau, bertujuan meningkatkan keahlian dan membuka peluang karir baru di bidang desain.
Awalnya hanya dengan satu pegawai, kini Kusuma Interior sudah memiliki tim yang terdiri dari 13 orang, meliputi desainer, tukang kayu, tukang besi, dan staff pemasaran. Ririn sangat memperhatikan kualitas pelayanan dan selalu melatih anggota timnya agar mampu menghasilkan produk dan jasa yang bersaing serta sesuai standar nasional. Kesuksesan ini membawa Kusuma Interior dipercaya menangani proyek-proyek besar, termasuk renovasi ruang publik dan hotel di Bau Bau.
Berkat dedikasi serta inovasi yang terus menerus, Kusuma Interior mendapatkan penghargaan “UMKM Kreatif Terbaik” dari Pemerintah Kota Bau Bau tahun 2021. Selain itu, beberapa hasil desainnya bahkan telah dimuat di majalah interior nasional, membuktikan bahwa produk lokal Sulawesi Tenggara dapat bersaing di tingkat nasional.
Selain menjalankan bisnis, Ririn berkomitmen memberdayakan masyarakat Bau Bau. Ia rutin mengadakan pelatihan pengrajin rotan dan kayu untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Hal tersebut memberikan dampak sosial yang nyata, dengan meningkatnya lapangan kerja dan pendapatan bagi keluarga-keluarga di desa sekitar.
Kini, Kusuma Interior mulai merambah proyek di kota-kota tetangga dan berencana membuka showroom di Makassar serta Kendari. Ririn berharap bisnisnya dapat membawa Bau Bau lebih dikenal melalui karya desain interior yang mengangkat kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Ia juga bercita-cita mengembangkan pelatihan desain interior untuk perempuan, agar semakin banyak perempuan di Bau Bau yang berani mandiri dan menciptakan usaha sendiri.
Kisah Ririn Kusuma dan Kusuma Interior merupakan inspirasi nyata bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan yang dibangun melalui kerja keras, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat membuktikan bahwa bisnis lokal mampu bersaing dan membawa perubahan positif. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak pelaku usaha di Bau Bau untuk berani bermimpi dan mewujudkannya.