Kota Bau-Bau, salah satu kota pesisir yang terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, hadir sebagai destinasi wisata yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Dibalik pesona kotanya, terdapat kisah inspiratif dari Rusdi Marlina dan Marlina, dua sosok muda yang berhasil mengubah wajah pariwisata lokal melalui usaha kreatif mereka yang dikenal dengan Marlina Wisata.
Rusdi Marlina lahir dan besar di Bau-Bau. Sejak kecil ia telah menanamkan impian untuk memajukan kotanya sendiri. Sementara Marlina, pasangan sekaligus rekannya, memiliki passion yang besar di bidang pariwisata dan kebudayaan lokal. Kedua sosok ini bersatu berkat kecintaan yang sama terhadap tanah kelahiran dan keinginan kuat untuk memperkenalkan pesona Bau-Bau ke dunia luar.
Awal mula usaha mereka bukanlah tanpa rintangan. Pada 2012, sektor pariwisata di Bau-Bau masih belum berkembang pesat. Fasilitas dan promosi wisata sangat terbatas. Wisatawan yang datang sebagian besar berasal dari wilayah sekitar, namun tidak banyak yang menetap atau mengeksplorasi kawasan secara mendalam.
Berbekal pengalaman sebagai pemandu lokal dan jaringan yang luas di berbagai komunitas, Rusdi dan Marlina mulai membangun Marlina Wisata pada tahun 2013. Usaha ini berfokus pada:
Dengan modal minim, Rusdi dan Marlina memulai usaha dari rumah mereka sendiri. Mereka membuat brosur sederhana dan mengajak keluarga serta teman untuk menjadi tim awal. Tak jarang, keduanya turun langsung menjadi guide, supir, bahkan juru masak bagi tamu-tamunya.
Tantangan terbesar mereka adalah mengubah persepsi masyarakat bahwa pariwisata bukan sekadar bisnis musiman. Rusdi dan Marlina aktif melibatkan warga, meyakinkan mereka akan peluang ekonomi yang dapat dihasilkan dari sektor ini. Mereka mengadakan pelatihan sadar wisata, memperkenalkan konsep homestay, hingga mengajarkan standar pelayanan kepada pemilik warung makan lokal.
Tak hanya di situ. Akses ke destinasi wisata di Bau-Bau saat itu masih terbatas. Jalan menuju Benteng Keraton Buton, Pantai Nirwana, dan destinasi alam lain sering rusak dan sulit dilalui. Namun, pasangan ini tak menyerah. Mereka menggalang kerja sama dengan dinas pariwisata, serta aktif mengkampanyekan pentingnya infrastruktur ke pemerintah daerah.
Upaya Rusdi dan Marlina akhirnya membuahkan hasil. Paket wisata yang mereka tawarkan semakin diminati, terutama oleh wisatawan domestik dan mancanegara yang mencari pengalaman otentik. Marlina Wisata pun menjadi pionir layanan One Stop Tourism Service di Bau-Bau.
Seiring berjalannya waktu, usaha mereka meraih berbagai penghargaan tingkat lokal dan nasional, di antaranya:
Jumlah pengunjung tiap tahun meningkat signifikan. Marlina Wisata mencatat pertumbuhan hingga 400% dalam empat tahun terakhir, memberi dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Ratusan pemuda pun mendapatkan pekerjaan baru sebagai guide, supir, serta pengelola homestay.
Yang membuat kisah Rusdi dan Marlina luar biasa bukan hanya pencapaian ekonomi, tetapi juga kontribusi sosial. Mereka mendorong pelestarian budaya Buton, mulai dari seni tari, musik tradisional, hingga kuliner khas yang makin diminati wisatawan.
Marlina Wisata juga memiliki program edukasi lingkungan seperti Bersih Pantai Nirwana dan penanaman mangrove bersama komunitas nelayan. Melibatkan sekolah-sekolah, mereka mengadakan wisata edukasi tematik seputar sejarah Kesultanan Buton dan ekosistem pesisir.
Banyak UMKM tumbuh karena inisiatif ini—seperti produksi kain tenun, kerajinan kayu, serta oleh-oleh makanan khas seperti bagea dan lapa-lapa. Produk-produk tersebut kini menjadi buah tangan wajib wisatawan.
Nilai-nilai inilah yang menjadikan Rusdi dan Marlina teladan bagi generasi muda di Bau-Bau serta pelaku usaha pariwisata tanah air.
Kisah mereka tidak hanya menjadi sumber inspirasi di Sulawesi Tenggara, tetapi juga memperlihatkan bahwa potensi daerah bisa berkembang jika dikelola dengan tekad, inovasi, dan kolaborasi. Rusdi Marlina dan Marlina membuktikan bahwa perubahan besar berawal dari semangat kecil dan langkah nyata dari masyarakat sendiri.
Dengan terus berkarya, mereka berharap lebih banyak anak muda berani mengambil kesempatan di sektor pariwisata dan mengembangkan potensi daerah masing-masing. Marlina Wisata pun terus berbenah dan berinovasi agar Bau-Bau makin dikenal sebagai destinasi wisata berkelas dengan budaya dan pesona alam yang tiada duanya.
Perjalanan Rusdi Marlina dan Marlina menghadirkan kisah keberhasilan dan ketekunan anggota masyarakat dalam membangun pariwisata lokal yang berkelanjutan. Semangat pantang menyerah, kepedulian sosial, serta inovasi yang konsisten menjadi fondasi utama meraih sukses. Kisah mereka telah membawa nama Bau-Bau ke panggung nasional, dan menjadi inspirasi bagi siapapun yang ingin berkontribusi nyata bagi daerah tercinta.
Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi masyarakat luas, bahwa dengan semangat, kolaborasi, dan kerja keras, setiap mimpi untuk memajukan daerah dapat diwujudkan, seperti yang dilakukan oleh Rusdi Marlina dan Marlina di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.