Sri Wahyuni, seorang pengusaha wanita asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, telah menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan yang ingin merintis usaha mandiri. Melalui ketekunan dan keberanian menghadapi tantangan, beliau mendirikan Toko Katun Sri yang kini menjadi salah satu toko kain dan tekstil terbesar di Kolaka.
Sri Wahyuni bukan berasal dari keluarga kaya, melainkan dari keluarga sederhana yang hidup di sebuah desa di Kolaka. Sejak remaja, Wahyuni telah membantu orang tuanya di pasar tradisional. Pengalaman dan keterampilan berinteraksi dengan pelanggan serta mengelola keuangan menjadi modal utama dalam kehidupannya selanjutnya.
Setelah menyelesaikan SMA, Wahyuni sempat bekerja sebagai penjaga toko kain milik tetangga. Dari sinilah ia melihat peluang bisnis kain katun yang semakin diminati, khususnya oleh ibu rumah tangga untuk keperluan sehari-hari, seragam sekolah, dan keperluan pengajian.
Dengan modal tabungan yang terbatas, Sri Wahyuni memulai usaha kecil pada tahun 2010. Ia menyewa sebuah kios sederhana dan hanya memiliki beberapa gulung kain katun. Meski hanya sedikit, Wahyuni memanfaatkan media sosial dan memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan sebagai strategi utamanya.
Dalam waktu enam bulan, usaha Wahyuni mulai mendapatkan perhatian. Pelanggan semakin bertambah tidak hanya dari Kolaka tetapi juga dari kecamatan lain di Sulawesi Tenggara. Banyak pelanggan yang puas dan merekomendasikan Toko Katun Sri kepada teman atau keluarga mereka.
Tidak semua perjalanan mulus. Pada tahun 2014, terjadi lonjakan harga bahan baku yang berdampak langsung pada penjualan kain. Menyikapi kondisi ini, Wahyuni mengambil langkah-langkah bijak:
Selain itu, Wahyuni terus meningkatkan pelayanannya, termasuk membangun website toko sederhana dan aktif di media sosial seperti Instagram dan Facebook, sehingga toko tetap bertahan di masa-masa sulit.
Pada tahun 2017, Toko Katun Sri melakukan inovasi dengan menyediakan layanan jahit, sehingga pelanggan bisa langsung memesan baju atau seragam jadi. Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi toko.
Tak berhenti sampai di situ, Wahyuni membeli ruko dan membuka cabang kedua di pusat kota Kolaka. Dengan semakin berkembangnya usaha, ia juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, terutama perempuan yang ingin belajar menjahit dan memahami bisnis kain.
Strategi pemasaran digital menjadi kunci kesuksesan perluasan usaha Katun Sri, antara lain:
Kisah Sri Wahyuni membawa perubahan besar bagi keluarga dan juga komunitas sekitar. Ia tidak hanya berhasil secara ekonomi, tetapi juga memberi banyak manfaat sosial, antara lain:
Sri Wahyuni sering menjadi narasumber di seminar UMKM dan pelatihan bisnis di Kolaka. Ia membagikan pengalaman tentang bagaimana memulai bisnis dari nol dan pentingnya kejujuran, konsistensi, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Dengan semangat tinggi, Wahyuni memiliki visi agar Toko Katun Sri tidak hanya menjadi toko kain terbesar di Kolaka melainkan juga menjadi sentra kerajinan tekstil di Sulawesi Tenggara. Ia terus berupaya mengembangkan produk lokal seperti kain tenun Kolaka, motif tradisional, serta menggandeng pengrajin lokal untuk memperkaya koleksi toko.
Misinya adalah memajukan ekonomi daerah melalui usaha kecil menengah, meningkatkan kemampuan perempuan lokal, dan mempromosikan produk-produk Sulawesi Tenggara ke pasar nasional.
Kisah Sri Wahyuni dan Toko Katun Sri di Kolaka adalah refleksi dari keteguhan, keberanian, dan kekreatifan perempuan Sulawesi Tenggara dalam menghadapi tantangan ekonomi. Toko Katun Sri telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat peran UMKM di daerah, sekaligus memberi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dalam merintis usaha.
Kisah ini membuktikan bahwa keberhasilan dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki semangat pantang menyerah, mau belajar, dan selalu berinovasi. Sri Wahyuni telah menjadi simbol perempuan pejuang dan pengusaha sukses di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.