Pada tahun 2012, Sudirman yang berasal dari sebuah desa kecil di Kolaka melihat peluang di tengah keterbatasan masyarakat akan hiburan dan akses informasi. Di daerah tersebut, kepemilikan televisi masih terbatas karena kendala ekonomi dan minimnya infrastruktur listrik lengkap. Namun, permintaan untuk tontonan televisi, baik siaran nasional maupun hiburan lokal, tetap tinggi khususnya pada acara-acara keluarga, pesta, dan pernikahan.
Dengan modal awal yang terbatas, Sudirman memberanikan diri membeli beberapa unit televisi bekas dan menawarkan sistem sewa harian kepada tetangga dan warga sekitar. Ide sederhana ini justru mendapat respon positif dan berkembang pesat dalam waktu singkat.
Setelah melihat potensi pasar yang besar, Sudirman mengajak beberapa kerabat untuk bergabung, sehingga terciptalah Kolaka Rental TV sebagai usaha resmi. Mereka memperluas layanan bukan hanya penyewaan televisi, tetapi juga menyewakan perangkat elektronik lain seperti speaker, DVD player, dan proyektor untuk acara tertentu. Melalui kemitraan dan modal bersama, bisnis rental mereka bertumbuh melayani hingga ratusan pelanggan per bulan.
Perjalanan Kolaka Rental TV tidak selalu mulus. Tantangan utama adalah persaingan dengan toko elektronik yang mulai menawarkan kredit televisi murah. Selain itu, kadang terjadi kerusakan atau kehilangan perangkat selama penyewaan. Namun, Sudirman tetap gigih dan menemukan beberapa strategi:
Bisnis rental TV yang dimotori Sudirman membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Masyarakat kini semakin mudah mendapatkan akses hiburan, informasi, dan mengikuti acara nasional. Beberapa keluarga yang tidak mampu membeli televisi, akhirnya bisa menikmati tayangan favorit tanpa perlu keluar rumah atau mengunjungi tetangga. Kolaka Rental TV juga menciptakan lapangan pekerjaan baru, mulai dari kurir pengantaran, teknisi, hingga administrasi pemesanan.
Selain itu, pada periode Pemilu maupun acara besar nasional, rental TV sering bekerja sama dengan instansi pemerintah setempat untuk menyediakan TV besar bagi warga desa. Hal ini memperkuat kebersamaan sosial dan menumbuhkan nilai gotong royong di Kabupaten Kolaka.
Di era digital, Kolaka Rental TV tetap beradaptasi. Mereka mulai menyediakan layanan rental Smart TV dan proyektor untuk nonton bareng (nobar) sepak bola, bahkan streaming online untuk pelajar selama pandemi. Sudirman juga menggagas program edukasi mengenai penggunaan perangkat elektronik yang aman bagi pelanggan, serta membuka kesempatan pelatihan bagi pemuda desa yang ingin menjadi teknisi.
Kisah Sudirman dan Kolaka Rental TV menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda di daerah. Keberanian mereka memulai usaha dengan modal terbatas, disertai konsistensi, inovasi, dan pelayanan yang bersahabat, membuktikan bahwa peluang bisnis lokal sangat besar jika dikelola dengan baik. Bisnis rental TV bahkan telah membuka jalan bagi pengembangan usaha lain seperti rental sound system, alat pesta, hingga rental kendaraan roda dua di Kabupaten Kolaka.
Sudirman selalu menekankan pentingnya kerja sama, kejujuran, dan pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan. “Kami percaya masyarakat Kolaka punya potensi besar, asal mau melihat peluang dan berani mencoba,” ujarnya pada sebuah wawancara lokal.
Sampai hari ini, Kolaka Rental TV terus berkembang dan berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam roda ekonomi Kolaka. Dengan semangat inovasi dan pelayanan terbaik, Sudirman dan tim selalu berusaha memberi manfaat lebih bagi masyarakat.
Kisah mereka membuktikan bahwa usaha sederhana bisa menjadi besar dan bermanfaat, asal dikelola dengan tekun dan jujur. Kisah sukses Sudirman adalah bukti nyata bahwa peluang usaha di Sulawesi Tenggara tidak hanya dari sektor pertambangan atau perkebunan, tetapi juga dari sektor jasa dan kreatif.
Bagi siapa saja yang ingin mengulang jejak Sudirman, mulailah dari keberanian mencoba, cermati kebutuhan sekitar, dan berikan nilai lebih bagi masyarakat. Kolaka Rental TV adalah contoh nyata bahwa impian bisa diwujudkan jika ada tekad, inovasi, dan kerja keras.