Kisah inspiratif datang dari seorang pengusaha muda bernama Yusran Mukhtar, yang berhasil membangun sebuah percetakan bernama Mukhtar Percetakan di Kota Konawe, Sulawesi Tenggara. Di balik kesuksesan tersebut, terdapat perjuangan dan kerja keras yang patut menjadi pelajaran bagi banyak orang, khususnya para pelaku usaha di daerah.
Yusran Mukhtar lahir dan besar di Konawe. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat ayahnya yang memiliki usaha kecil-kecilan di bidang percetakan. Meski hidup sederhana, Yusran tumbuh dengan semangat untuk memberikan perubahan besar bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Yusran tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia justru memilih terjun ke dunia bisnis bersama ayahnya.
Tahun 2013 menjadi titik awal Yusran mengambil alih pengelolaan usaha percetakan milik keluarga yang pada saat itu masih beroperasi dengan alat-alat seadanya. Ia menyadari bahwa kebutuhan percetakan di Konawe semakin meningkat, terutama sejak pertumbuhan UMKM dan perkantoran di wilayah tersebut. Namun, persaingan pun mulai terasa karena adanya percetakan lain.
Yusran tidak ingin usahanya stagnan. Ia mulai melakukan inovasi, salah satunya dengan memperbarui mesin-mesin percetakan agar lebih modern dan mampu memenuhi kebutuhan cetak dengan volume besar. Modal yang dimiliki sangat terbatas, namun ia tidak menyerah. Berkat kegigihan dan kepercayaan dari beberapa kerabat, Yusran berhasil memperoleh pinjaman modal untuk membeli mesin digital printing dan offset yang lebih canggih.
Strategi pemasaran juga menjadi perhatian utama. Yusran melihat peluang dari kebutuhan cetak dokumen pemerintahan, sekolah, hingga wedding organizer. Ia menawarkan layanan antar jemput dokumen, memberikan diskon untuk pelanggan setia, dan mulai membangun relasi lewat media sosial serta website untuk promosi. Dari sinilah Mukhtar Percetakan Konawe mulai dikenal luas tidak hanya di Konawe, tapi juga kabupaten sekitarnya seperti Kolaka, Kendari, dan Bombana.
Berkat inovasi dan kemudahan layanan, pelanggannya semakin banyak. Mukhtar Percetakan juga menjaga kualitas produk dan ketepatan waktu sebagai keunggulan utama.
Membangun bisnis di daerah tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Yusran Mukhtar adalah naik-turunnya harga bahan baku, keterlambatan pasokan, serta kompetisi dengan percetakan digital dari luar daerah. Namun kekuatan jaringan dan loyalitas pelanggan membuat Mukhtar Percetakan tetap bertahan dan berkembang.
Pandemi Covid-19 sempat menjadi ujian berat. Permintaan jasa percetakan menurun drastis karena banyak kegiatan dilaksanakan secara daring. Mukhtar Percetakan sempat mengalami penurunan omzet hingga 60%. Namun, Yusran tidak menyerah. Ia mencari peluang lain dengan menawarkan produk cetak masker kain, label hand sanitizer, dan media edukasi terkait protokol kesehatan. Dengan kreativitas, bisnisnya tetap hidup dan bahkan mampu membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang kehilangan pekerjaan.
Yusran Mukhtar selalu menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan usaha. Ia percaya bahwa kepercayaan pelanggan adalah aset utama. Oleh karena itu, setiap order diproses dengan teliti dan mengutamakan kualitas. Mukhtar Percetakan juga dikenal memberikan pelayanan ramah, respons cepat, dan terbuka terhadap masukan pelanggan.
Tidak hanya fokus pada keuntungan, Yusran juga membangun hubungan personal dengan pelanggan. Ia sesekali memberikan bonus cetak, mengadakan program donasi untuk masyarakat kurang mampu, dan mendukung berbagai kegiatan sosial di Konawe. Pengalaman pelanggan yang memuaskan menjadi alasan utama mereka terus datang dan merekomendasikan Mukhtar Percetakan ke rekan-rekannya.
Setiap tahun, Mukhtar Percetakan mengadakan pelatihan untuk staff agar terus mampu mengikuti teknologi terbaru di dunia percetakan. Yusran percaya, SDM yang berkualitas akan membawa bisnisnya berkembang lebih baik dan mampu bersaing di masa depan.
Dengan berkembangnya Mukhtar Percetakan, dampak ekonomi turut dirasakan oleh masyarakat. Saat ini, usaha tersebut mempekerjakan lebih dari 18 karyawan, sebagian besar merupakan penduduk lokal. Selain itu, Yusran aktif memberikan pelatihan desain grafis gratis untuk siswa SMK dan mahasiswa di Konawe agar mereka memiliki kemampuan dan peluang kerja di bidang percetakan. Kerjasama dengan UMKM dan komunitas lokal terus dibangun sehingga ekonomi kreatif di Konawe semakin berkembang.
Keberhasilan Mukhtar Percetakan menjadi bukti bahwa bisnis lokal mempunyai peluang besar untuk sukses asalkan dijalankan dengan strategi, inovasi, dan dedikasi yang tinggi. Yusran Mukhtar berharap kisahnya dapat memotivasi generasi muda di Sulawesi Tenggara untuk berani memulai bisnis dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
Dalam banyak kesempatan, Yusran berpesan, “Jangan pernah malu untuk memulai usaha di daerah sendiri. Sumber daya manusia di Konawe sangat potensial. Kuncinya adalah kerja keras, kejujuran, dan terus berinovasi.”
Ia juga berharap pemerintah daerah semakin mendukung pelaku usaha lokal dengan memberikan pelatihan, bantuan modal, dan dukungan pemasaran. Menurut Yusran, pengusaha lokal harus terus belajar dan membangun kolaborasi agar bisnis bisa terus tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Kini, Mukhtar Percetakan Konawe telah menjadi salah satu percetakan terbesar dan paling terpercaya di Sulawesi Tenggara. Banyak instansi, sekolah, UMKM, dan masyarakat umum memilih percetakan ini untuk kebutuhan cetak mereka. Yusran Mukhtar bersama timnya terus berkomitmen menjaga mutu dan layanan, agar perusahaan bisa memberi kontribusi positif bagi Kota Konawe, bahkan Sulawesi Tenggara secara luas.
Kisah sukses Yusran Mukhtar dan Mukhtar Percetakan Konawe adalah sebuah inspirasi tentang pentingnya semangat, inovasi, dan integritas dalam membangun bisnis lokal. Lewat kerja keras dan dedikasi yang tinggi, mereka mampu menghadirkan perubahan dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan ini menjadi motivasi bahwa peluang usaha di daerah sangat besar bila dijalankan dengan passion dan strategi yang tepat. Semoga kisah ini dapat menjadi pembelajaran dan motivasi untuk generasi muda Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara, agar terus berjuang dan berkarya dalam membangun negeri.