Kota Konawe, yang terletak di Sulawesi Tenggara, telah menjadi saksi sebuah perjalanan sukses dari dua putra daerah, Farid Amri dan Amri, pendiri Amri Percetakan Konawe. Dalam dunia percetakan yang semakin sulit akibat kemajuan teknologi dan persaingan bisnis, mereka mampu membuktikan bahwa kerja keras, visi yang jelas, dan inovasi dapat membawa kemajuan tidak hanya bagi diri mereka, tetapi juga bagi masyarakat Konawe.
Farid Amri dan Amri berasal dari keluarga yang sederhana. Sebelum memulai usaha percetakan, mereka bekerja sebagai tukang cetak dokumen di sebuah kios kecil milik kerabat di dekat pusat kota Unaaha, Konawe. Setiap hari, mereka melayani kebutuhan masyarakat yang memerlukan cetakan surat, undangan, dan dokumen penting, walaupun fasilitas sangat terbatas. Tanpa peralatan canggih, mereka harus kreatif mencari cara agar hasil cetakan tetap rapi dan bermutu.
"Semua bermula dari mimpi dan tekad, meski alat kami dulu hanyalah printer rumahan dan komputer tua," kata Farid Amri, mengenang masa-masa awal mereka.
Tahun 2015 menjadi titik balik bagi Farid Amri dan Amri. Setelah menabung dari hasil bekerja, mereka memutuskan membuka percetakan sendiri, yang mereka namai "Amri Percetakan Konawe". Bermodalkan satu printer laser, dua komputer, serta semangat pantang menyerah, mereka mulai menawarkan jasa cetak ke sekolah-sekolah, kantor, dan masyarakat umum. Di awal perjalanan, tantangan demi tantangan harus dihadapi: modal yang terbatas, pelanggan yang masih sedikit, hingga persaingan dari percetakan yang telah lebih dulu berdiri.
Namun mereka tak menyerah. Mereka membedakan usaha dengan memberikan pelayanan maksimal, ketepatan waktu, dan harga yang terjangkau. Produk yang dihasilkan meliputi undangan pernikahan, brosur, banner, buku yasin, stiker, serta dokumen resmi. Farid Amri selalu menanamkan prinsip bisnis yang jujur dan transparan, serta menjadikan kualitas sebagai prioritas utama.
Menyadari pentingnya teknologi dalam bisnis percetakan, Amri Percetakan Konawe pun mulai mendigitalisasi layanan. Mereka membeli mesin cetak offset serta printer digital dengan kapasitas besar. Selain itu, Amri belajar desain grafis secara otodidak, sementara Farid mengatur sistem administrasi dan pemasaran.
Pelanggan pun mulai bertambah, tidak hanya dari Konawe, tapi juga dari kabupaten sekitar seperti Kolaka, Kendari, dan Bombana. Percetakan ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan produk berkualitas dengan harga bersaing.
Keberhasilan Amri Percetakan Konawe tidak hanya berdampak pada dua saudara ini. Mereka mulai merekrut tenaga kerja muda dari kampung sekitar, memberikan pelatihan desain, operasi mesin cetak, serta pelayanan pelanggan. Hingga tahun 2024, lebih dari 15 orang pemuda telah bekerja dan belajar di Amri Percetakan Konawe, banyak di antaranya yang kemudian berhasil membuka usaha percetakan sendiri.
Farid Amri yakin bahwa usaha kecil bisa jadi jalan untuk memajukan ekonomi lokal. Selama bulan Ramadan, mereka juga sering membagikan buku yasin gratis ke masjid-masjid, dan saat pandemi COVID-19, percetakan ikut memproduksi poster edukasi serta membantu UMKM membuat kemasan produk.
Tahun 2020 adalah masa sulit bagi banyak bisnis, termasuk percetakan. Amri Percetakan Konawe mengalami penurunan pesanan hingga 60%. Namun, mereka tidak berputus asa. Farid Amri mulai menjalin kerja sama dengan toko alat tulis dan UMKM, menawarkan paket cetak desain produk, label, dan kemasan. Mereka juga membuat layanan online melalui media sosial untuk menerima pesanan jarak jauh. Inisiatif ini membuahkan hasil sehingga bisnis dapat bertahan dan bangkit lebih cepat.
Kembali pulih setelah pandemi, Amri Percetakan semakin dikenal. Pelanggan dari luar Sulawesi Tenggara ikut memesan desain dan cetakan karena kualitas dan pelayanan yang selalu terjaga. Mereka kini punya website dan aplikasi sederhana agar pelanggan mudah memesan dan berkonsultasi.
Menurut Farid Amri, kunci keberhasilan mereka adalah konsistensi dalam belajar serta keberanian mengambil risiko. Membuka bisnis percetakan di kota yang belum begitu ramai memang penuh tantangan, tetapi mereka mampu menemukan celah pasar dengan inovasi dan membangun reputasi yang kuat.
Selain itu, komunikasi yang baik dengan pelanggan menjaga bisnis tetap relevan. Setiap kritik dan saran selalu direspon dengan cepat. Farid Amri dan Amri juga rutin mengikuti pelatihan kewirausahaan, sehingga wawasan serta kemampuan mereka terus berkembang.
Kisah sukses Farid Amri dan Amri menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Konawe. Banyak yang tadinya hanya bermimpi menjadi pengusaha, kini mulai berani mengambil langkah. Amri Percetakan Konawe membuka pelatihan desain grafis gratis setiap bulan, dengan harapan akan lahir lebih banyak kreator dan pengusaha lokal yang tidak hanya berkembang di Konawe, tetapi bisa bersaing secara nasional.
"Berani memulai, terus belajar, dan jangan takut gagal. Bisnis bukan soal besar atau kecilnya modal, tetapi keuletan dan kekuatan tekad," pesan Farid Amri kepada generasi muda Konawe.
Selain menjadi pusat percetakan, Amri Percetakan Konawe juga dikenal sebagai mitra pemerintah daerah dalam program edukasi serta sosialisasi. Mereka sering mendukung acara pameran UMKM, festival budaya, hingga seminar pendidikan dengan fasilitas cetak dan desain gratis. Melalui peran sosial ini, Farid Amri dan Amri ingin menunjukkan bahwa bisnis bisa berkontribusi nyata untuk masyarakat.
Banyak sekolah, lembaga pemerintahan, dan organisasi masyarakat di Konawe kini mengandalkan Amri Percetakan untuk kebutuhan cetak dokumen, sertifikat, dan materi promosi.
Kisah Farid Amri dan Amri Percetakan Konawe merupakan bukti nyata bahwa dedikasi, inovasi, dan nilai sosial dapat mewujudkan impian. Melalui perjalanan panjang, mereka telah membuktikan bahwa usaha yang dimulai dari bawah dapat berkembang pesat jika dikelola dengan jujur dan profesional.
Di tengah persaingan bisnis dan perubahan zaman, Amri Percetakan Konawe tetap berdiri kokoh sebagai contoh wirausaha sukses di Konawe, Sulawesi Tenggara. Kisah mereka mengajarkan pentingnya peran pemuda dalam membangun ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sosok Farid Amri dan Amri akan terus dikenang sebagai inspirator yang mengubah tantangan menjadi peluang. Semoga kisah mereka menjadi motivasi agar lebih banyak lagi wirausaha lokal yang berkembang dan mengangkat nama Konawe di tingkat nasional bahkan internasional.