Kota Bau Bau di Sulawesi Tenggara kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia Timur. Di balik kemajuan pariwisata kota ini, terselip kisah inspiratif dari dua sosok perempuan muda, Nisa Marlina dan Marlina Wisata, yang berhasil mengubah wajah destinasi lokal menjadi lebih menarik dan berkelas.
Kisah sukses mereka berawal dari kecintaan akan keindahan alam Bau Bau serta kegelisahan melihat banyak potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Nisa Marlina, seorang lulusan pariwisata dari Universitas Halu Oleo, mulai mengenalkan wisata alam Bau Bau melalui media sosial dengan foto-foto dan cerita pengalaman unik di beberapa lokasi, seperti Pantai Kamali, Pulau Liwutongkidi, dan Benteng Keraton Buton.
Sementara Marlina Wisata, seorang pengusaha muda asli Bau Bau, melihat peluang besar untuk menyediakan layanan tur dan transportasi wisata yang nyaman serta terjangkau. Dengan dukungan keluarga dan komunitas lokal, Marlina memulai usaha kecil sebagai penyedia paket wisata yang menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, dan petualangan alam.
Sebagai pelaku baru di industri pariwisata, mereka menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari kurangnya infrastruktur, minimnya promosi, hingga skeptisme masyarakat lokal yang ragu apakah wisata bisa menjadi sumber penghasilan. Namun, Nisa dan Marlina tidak menyerah begitu saja. Mereka sering melakukan riset mandiri, menghadiri pelatihan online, hingga memperluas jaringan dengan pelaku wisata di luar daerah.
Salah satu inovasi terbesar yang dilakukan oleh Nisa dan Marlina adalah dengan menciptakan paket wisata tematik, seperti “Wisata Budaya Buton”, “Tour Kuliner Bau Bau”, dan “Eco Adventure Liwutongkidi”. Paket ini menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung, tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mempelajari kebudayaan lokal serta berkontribusi pada ekonomi masyarakat setempat.
Pengelolaan bisnis Marlina Wisata juga sangat mengutamakan kualitas dan pelayanan. Ia menyediakan kendaraan wisata yang aman dan bersih, serta berbagai pilihan paket fleksibel sesuai kebutuhan wisatawan. Sementara itu, Nisa Marlina aktif mengedukasi wisatawan tentang budaya Buton melalui vlog dan podcast yang semakin populer.
Perlahan tapi pasti, usaha mereka membawa dampak positif. Banyak warga setempat yang awalnya tidak tertarik menjadi pelaku pariwisata, kini mulai tergabung sebagai pengelola homestay, penyedia makanan khas, dan pemandu wisata. Pengunjung yang datang ke Bau Bau mengalami peningkatan signifikan setelah promosi digital yang dilakukan.
Selain membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, mereka juga menginisiasi pelatihan pengelolaan pariwisata, workshop fotografi, serta seminar tentang pentingnya pelestarian alam sekitar. Untuk anak-anak dan remaja, Nisa dan Marlina menggelar kelas inspirasi di sekolah agar generasi muda tertarik menjaga warisan budaya dan alam Bau Bau.
Berkat kerja keras dan sejumlah inovasi, Nisa Marlina dianugerahi penghargaan “Tokoh Inspiratif Pariwisata Sulawesi Tenggara” dari Dinas Pariwisata Provinsi. Sementara Marlina Wisata terpilih sebagai “Perempuan Pengusaha Muda Berprestasi” dalam ajang UMKM Nasional 2023. Kedua sosok ini kerap diundang sebagai narasumber seminar pariwisata di berbagai kota, termasuk Jakarta, Makassar, dan Kendari.
Banyak orang bertanya apa rahasia sukses mereka. Nisa dan Marlina selalu menekankan tiga kunci utama:
Menurut Nisa, “Kesuksesan itu bukan soal berapa banyak wisatawan yang datang, tapi tentang bagaimana wisata membawa manfaat untuk semua. Kami ingin Bau Bau dikenal bukan hanya karena pantai dan bentengnya, tapi juga keramahan dan kekuatan budaya masyarakatnya.”
Kisah Nisa Marlina dan Marlina Wisata telah menumbuhkan semangat baru bagi generasi muda Bau Bau dan Sulawesi Tenggara. Banyak anak-anak dan remaja yang mulai melihat sektor pariwisata sebagai peluang karir dan pengembangan diri. Bahkan, mereka mampu menciptakan berbagai produk lokal, seperti souvenir, kerajinan tangan, dan makanan khas yang dipasarkan ke luar daerah.
Dengan semakin banyaknya komunitas dan pelatihan yang berlangsung, Bau Bau perlahan-lahan bertransformasi menjadi pusat wisata yang modern namun tetap menjaga kearifan lokal. Nisa dan Marlina percaya, dengan pendidikan, pelatihan, dan dukungan, generasi muda akan terus membawa perubahan positif untuk daerah.
Kini, Nisa Marlina dan Marlina Wisata sudah mulai merancang program pariwisata berbasis desa agar lebih banyak wilayah di sekitar Bau Bau menikmati manfaat dari sektor wisata. Mereka juga berharap pemerintah dan investor semakin mendukung pengembangan infrastruktur dan pemasaran wisata.
Dalam wawancara terakhir, Marlina berkata, “Kami ingin pariwisata di Bau Bau tak hanya tentang tempat indah, tapi juga tentang peluang, pendidikan, dan nilai kebaikan untuk semua warga. Kisah kami semoga jadi contoh bahwa siapapun bisa sukses jika mau berjuang dan berkontribusi.”