Kota Bau Bau, sebuah kota indah di Sulawesi Tenggara, dikenal dengan keindahan alamnya, sejarah yang menarik, dan masyarakatnya yang ramah. Salah satu kisah inspiratif dari kota ini berasal dari seorang perempuan muda, Anisa Sari, yang berhasil mengubah tantangan hidup menjadi peluang emas dengan mendirikan usaha wisata yang kini dikenal sebagai "Sari Wisata". Kisah sukses Anisa Sari tidak hanya membawa perubahan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak pelaku usaha lain di Bau Bau untuk berani bermimpi dan berkarya.
Anisa Sari lahir dan besar di kawasan pesisir Bau Bau. Ia berasal dari keluarga sederhana yang sehari-harinya mengandalkan pendapatan dari hasil nelayan. Sejak kecil, Anisa sudah terbiasa melihat banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang berkunjung untuk menikmati panorama Bau Bau, dari pantai sampai benteng tua. Namun, ia juga menyadari bahwa potensi wisata di daerahnya belum tergarap maksimal. Melihat peluang ini, Anisa bertekad untuk membantu memajukan pariwisata lokal sekaligus memberdayakan masyarakat sekitarnya.
Setelah lulus dari SMA, Anisa melanjutkan studi di perguruan tinggi di Kendari dengan jurusan Manajemen Pariwisata. Ia kembali ke Bau Bau dengan ilmu dan tekad membangun usaha sendiri. Awalnya, ia hanya menjadi pemandu wisata untuk kelompok-kelompok kecil. Ia sembari belajar bagaimana mengelola waktu, memandu wisatawan, dan merancang paket perjalanan menyenangkan.
Sari Wisata didirikan oleh Anisa Sari bersama beberapa temannya pada tahun 2018. Fokus utama usaha ini adalah menyediakan layanan tur edukatif dan petualangan di kawasan Bau Bau dan sekitarnya. Anisa memperhatikan kebutuhan wisatawan yang ingin eksplorasi destinasi secara otentik, serta keinginan wisatawan untuk mengenal budaya dan tradisi lokal Bau Bau.
Modal utama saat itu adalah semangat, kreativitas, dan pengetahuan tentang pariwisata. Dengan memanfaatkan media sosial dan jaringan kontak, Anisa mulai mempromosikan paket wisata yang ia buat: wisata sejarah ke Benteng Keraton Buton, wisata alam ke Pulau Makassar, snorkeling dan diving di Pantai Lakeba, serta tur kuliner khas Bau Bau. Pelahan namun pasti, jasa Sari Wisata mulai dikenal oleh banyak orang, terutama para pelancong dari luar Sulawesi.
Di tahun-tahun awal, Anisa menghadapi banyak tantangan. Mulai dari keterbatasan modal, minimnya fasilitas wisata, ketergantungan pada cuaca, hingga sulitnya mendapatkan kepercayaan dari mitra lokal dan pemerintah setempat. Tetapi Anisa tidak menyerah. Ia rajin mengikuti pelatihan komunitas pariwisata, memperluas kerja sama dengan pengelola homestay, nelayan, pengrajin lokal, hingga pemilik warung makan.
Salah satu hambatan terberat adalah ketika pandemi melanda pada tahun 2020, sektor pariwisata mengalami penurunan drastis. Seluruh kegiatan tur sempat dihentikan total selama beberapa bulan. Namun, Anisa mencari alternatif dengan membuat konten edukasi wisata secara daring, mengadakan promosi virtual, hingga menjual produk lokal seperti kerajinan dan makanan khas Bau Bau secara online.
Sari Wisata berinovasi dengan mengadakan paket "Wisata Tematik", misalnya:
Anisa juga kolaborasi dengan pelaku UMKM sehingga wisatawan bisa membawa pulang produk lokal sebagai kenang-kenangan. Nilai edukasi dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi ciri utama dari Sari Wisata.
Sari Wisata tidak hanya membawa keuntungan bagi pendiri dan anggotanya saja, tetapi turut membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Banyak pemuda yang bergabung sebagai guide lokal, ibu-ibu yang membuat kerajinan tangan, nelayan yang mengajak wisatawan berkeliling laut, hingga pedagang lokal yang mendapat pelanggan baru. Selain itu, Sari Wisata sering mengadakan pelatihan dan edukasi tentang pariwisata berkelanjutan, menjaga lingkungan tetap bersih, serta mengenalkan pentingnya hospitality di dunia pariwisata.
Berkat kegigihan Anisa dan tim Sari Wisata, usaha ini mendapatkan sejumlah penghargaan dari pemerintah daerah dan organisasi pariwisata nasional. Pada tahun 2022, Sari Wisata terpilih sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Sulawesi Tenggara versi media lokal. Anisa sendiri menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan workshop pariwisata, membagikan pengalaman dan tips dalam membangun bisnis berbasis komunitas.
Media sosial Sari Wisata berkembang pesat, dengan pengikut dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Anisa sering bercerita mengenai nilai-nilai lokal Bau Bau, budaya Buton, serta upaya pelestarian lingkungan. Usaha ini menjadi contoh nyata betapa pariwisata tidak hanya soal mendatangkan pengunjung, tetapi juga membangun perubahan sosial yang positif.
Beberapa kunci kesuksesan Anisa Sari, antara lain:
Anisa Sari berharap ke depan, pariwisata di Bau Bau dapat berkembang pesat tanpa melupakan keaslian budaya dan nilai-nilai tradisional. Ia ingin Sari Wisata menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan ekonomi lokal, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan berkarya di daerah sendiri.
Anisa berencana menambah paket wisata edukasi untuk sekolah-sekolah, membangun pusat informasi pariwisata, serta memperluas jaringan dengan pelaku wisata di luar Sulawesi Tenggara. Menurutnya, pariwisata adalah jendela dunia, dan setiap titik di Indonesia memiliki keunikan yang bisa digali menjadi peluang.
Kisah sukses Anisa Sari dan Sari Wisata adalah bukti betapa potensi lokal bisa dikembangkan dengan semangat, kerja keras, dan kolaborasi. Dari pelaku usaha sederhana, Anisa berhasil menjadi pionir wisata edukatif dan berdampak di Bau Bau. Ia mengajarkan pentingnya adaptasi dan inovasi, serta nilai-nilai kebersamaan dalam membangun usaha. Untuk setiap warga muda Indonesia, kisah Anisa Sari adalah motivasi bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di daerah sendiri.
Sari Wisata kini menjadi wajah baru pariwisata Bau Bau, membuktikan bahwa perempuan muda pun mampu menjadi agen perubahan dan penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Melalui dedikasi Anisa dan timnya, Bau Bau semakin populer sebagai tujuan wisata yang unik dan berdaya. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa sukses bukan hanya milik orang yang merantau, tetapi juga mereka yang memilih membangun dan memberdayakan tanah kelahiran.