Kota Bau Bau, sebuah kota eksotis di Sulawesi Tenggara, telah menjadi saksi perjalanan inspiratif seorang perempuan muda bernama Tina Sari, yang berhasil membangun usaha wisata “Sari Wisata”. Kisah Tina Sari adalah representasi semangat, ketekunan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan, mengambil peluang, serta mewujudkan impian di tengah keterbatasan. Dengan latar belakang keluarga sederhana, Tina Sari membuktikan bahwa usaha dan inovasi dapat membawa perubahan bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Tina Sari lahir dan dibesarkan di Bau Bau, daerah dengan potensi alam yang luar biasa namun belum sepenuhnya dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara. Setelah lulus SMA, Tina menghadapi kenyataan sulit: keluarga tidak mampu membiayai kuliah. Alih-alih menyerah, Tina memilih untuk bekerja sambil membantu usaha kecil-kecilan keluarganya di sektor kuliner. Ia melihat peluang di sektor pariwisata, mengingat banyak pantai, air terjun, dan tempat bersejarah yang belum dikemas secara profesional.
Ketika pemerintah daerah mulai mengenalkan program promosi wisata, Tina aktif mengikuti pelatihan manajemen pariwisata. Di sinilah ia mendapat inspirasi untuk mendirikan biro layanan wisata dengan konsep “wisata lokal berbudaya”.
Pada tahun 2018, dengan modal tabungan Rp5 juta hasil bekerja dan mengumpulkan dari berbagai usaha sampingan, Tina mendirikan “Sari Wisata”. Usaha ini mulanya menawarkan paket wisata edukasi ke situs sejarah Benteng Keraton Buton, Pantai Nirwana, dan Air Terjun Kalimpudu. Tina bekerja sama dengan pemuda dan masyarakat setempat sebagai pemandu, supir, serta kuliner khas lokal.
Sari Wisata mengusung keunikan: setiap paket wisata selalu diselingi kisah dan budaya Bau Bau, seperti cerita rakyat Pulau Makassar, tari-tarian tradisional, dan kunjungan ke kerajinan lokal. Paket wisata dibuat terjangkau dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Tina juga membuka kanal media sosial dan platform website sederhana untuk mempromosikan usahanya.
Jalan menuju sukses tidaklah mudah. Beberapa tantangan dihadapi Tina Sari, antara lain:
Untuk mengatasi kendala modal, Tina Sari mencari cara inovatif seperti program cicilan dari wisatawan, mengajak investor lokal, serta mengikuti kompetisi bisnis UMKM yang diselenggarakan pemerintah setempat. Ia juga mengedukasi masyarakat agar turut mendukung usaha wisata, mengangkat potensi lokal agar mereka merasa memiliki dan bangga dengan destinasi Bau Bau.
Tina tidak berhenti berinovasi. Ia mengembangkan Sari Wisata dengan beberapa terobosan:
Dengan kreativitasnya, Tina sukses menarik banyak wisatawan dari Makassar, Kendari, hingga Jakarta. Sistem reservasi semakin mudah berkat kemitraan dengan aplikasi pemesanan tiket lokal.
Tidak hanya sukses secara bisnis, Tina berkontribusi nyata bagi masyarakat Bau Bau. Sari Wisata membuka lapangan kerja bagi pemuda lokal sebagai pemandu, sopir, tukang kebersihan, dan pelaku UMKM. Ia juga memberikan pelatihan hospitality dan bahasa Inggris dasar bagi pekerja.
Masyarakat semakin mengenal potensi wisata di kotanya, pendapatan UMKM meningkat hingga 35%. Tina juga membentuk komunitas “Wisata Bau Bau” yang aktif mengedukasi lingkungan dan menggelar kegiatan sosial, seperti bersih pantai dan seminar entrepreneur. Tidak sedikit pemuda yang termotivasi mendirikan usaha wisata atau kuliner sendiri, berkat teladan Tina.
Dalam waktu kurang dari lima tahun, Sari Wisata berkembang pesat:
Tina mulai diundang dalam berbagai acara talk show di televisi lokal dan nasional, berbagi pengalaman membangun bisnis pariwisata dari nol. Ia menjadi inspirasi bagi banyak perempuan dan pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara.
Ada beberapa faktor utama yang menjadi kunci sukses Tina Sari dan Sari Wisata:
Tina menekankan pentingnya semangat pantang menyerah. Menurutnya, “Sukses itu bukan tentang seberapa besar modal, tapi seberapa kuat niat dan usaha mengubah keadaan.”
Tina Sari berencana memperluas Sari Wisata dengan membuka cabang di kota lain, seperti Wakatobi dan Kendari. Ia ingin layanan wisatanya bisa mengenalkan budaya dan keindahan Sulawesi Tenggara secara lebih luas. Tina juga bercita-cita membangun sekolah pelatihan wisata bagi pemuda desa dan memperkenalkan program eco-tourism ramah lingkungan.
Dengan kisah inspiratifnya, Tina berharap semakin banyak generasi muda Bau Bau berani bermimpi dan mengambil peran di sektor pariwisata maupun UMKM. Ia percaya, jika setiap orang mau berusaha, Kota Bau Bau dapat menjadi destinasi favorit di Indonesia.
Kisah sukses Tina Sari dan Sari Wisata adalah bukti bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan kerja keras dan inovasi. Dengan mengangkat potensi lokal serta menanamkan gagasan pariwisata berbudaya, Tina telah memberikan perubahan nyata bagi dirinya, usaha, dan masyarakat Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkarya, berusaha, dan membangun daerahnya.